BUS-TRUCK - Toyota Pixis adalah van kelas Kei-Car yang dirilis pertama tahun 2011 menggunakan basis dari Daihatsu Move Conte. Ada varian van dan pikap.
Tahun 2025 dicanangkan pula oleh Suzuki Motor Corporation (Suzuki), Daihatsu Motor Co., Ltd. (Daihatsu), dan Toyota Motor Corporation (Toyota) untuk berkolaborasi membangun van listrik.
Dari laman Toyota Global van listrik baru itu akan diberi nama sesuai merek masing-masing. Seperti Toyota Pixis Van, Suzuki Every, serta Daihatsu Hijet.
Ketiganya memakai platform Daihatsu New Global Architecture (DNGA).
DNGA sendiri diumumkan pada bulan Juni 2019 yang bersamaan dengan rilis Daihatsu Tanto generasi ke-4.
Berbagi platform yang dimaksud secara detail yaitu semua komponen suspensi berikut dudukannya, kemudian sektor kaki-kaki, mesin, transmisi serta desian kabin tidak ada yang berbeda antar merek.
Di Februari 2026 ini, produk itu akhirnya jadi rilis dimana untuk Toyota bernama Pixis, sebagai van yang punya jarak tempuh sekali isi daya sejauh 257 kilometer.
Dari ketiga pabrikan tadi masing-masing telah berbagi tugas, Suzuki dan Daihatsu bekerja sama soal desain sampai produksi kendaraan kecil. Sementara Toyota kebagian porsi mengemas teknologi elektrifikasi kendaraan.
Komposisi dimensinya panjang 1,920 mm, lebar 1.270 mm, dan tunggi 1.250 mm. Tinggi lantai kargonya sendiri dari permukaan jalan 630 mm. Daya angkutnya sampai 350 kilogram.
Ada jok tengah yang bisa dipakai ketika butuh penumpang di baris kedua (Foto : Toyota)
Desain kompartemen depan termasuk luks untuk ukuran kendaraan angkut barang (Foto : Toyota)
Tiga pilar utama sebagai sumber serta penyalur tenaga
Sebagai sumber penyalur dayanya, ada paket teknologi bernama e-Smart Electric, fokusnya ke soal keheningan, akselerasi, dan stabilitas kendaraan.
Soal keheningan pada motor listrik serta gerak roda diklam membuat kenyamanan berkendara makin maksimal.
Kemudian soal akselerasi jadi jatah modul eAxle yang menggabungkan kinerja motor listrik, komponen penyalur daya, dan transmisi. Semuanya punya potensi tenaga maksimal sampai 47 kW atau setara 63 daya kuda serta bertorsi puncak 126 Nm.
Perpaduan kinerja ketiganya diklaim sebagai yang terbaik bagi sebuah van kecil bertenaga listruk dengan karakter akselerasi halus serta grip optimal pada gerak roda belakang dalam kondisi mobil penuh muatan dalam berbagai kondisi lalu lintas.
Baca juga: Tahun 2028 Kendaraan Komersial Ringan Di Tiongkok Harus Pakai Rem Canggih
Baca juga: Lexus Van 6 Wheel, Bagi Yang Mau Karakter Ultra Eksklusif
Didukung desain khusus di sektor kaki-kaki, terutama pada roda belakang, yang mampu menopang beban kendaraan sekaligus muatannya. Banyak membantu kinerja suspensi agar tetap bisa terkosenterasi soal stabilitas maupun kenyamanan mobil saat dikendarai.
Sebagai sumber tenaga ada pada baterai lithium-ion 36.6 kWh berdimensi tipis yang berada nyaris menempel pada dek. Ini juga disebutkan salah satu desain terbaik dalam menghadirkan distribusi bobot Pixis.
Untuk isi daya listrik sampai posisi 80 persen butuh waktu 50 menit dari kondisi baterai hampir kehabisan daya. Waktu normal isi ulang daya dengan format 6 kW akan butuh watu 6 jam.
Charging unit yang diperlukan adalah yang berspesifikasi 1.500 Wat (AC 100 Volt).
Agar lebih fleksibel untuk isi ulang daya listrik tersedia juga fitur Vehicle to Home (V2H) yang memungkinkan membantu menopang daya listrik rumahan saat terjadi pemadaman listrik.
Di Jepang label harganya 3,1 jutaan Yen, dengan konversi bebas akan setara Rp341 jutaan. (EW)
Di Indonesia kompetitor Toyota Pixis yang terdekat adalah Mitsubishi L100 yang harganya Rp300 jutaan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)










