OTODRIVER - BMW mengumumkan recall global terhadap lebih dari setengah juta kendaraan produksi periode Juli 2020 hingga Juli 2022.
Seperti dilansir dari Paultan.org (15/2), kampanye ini dilakukan akibat potensi masalah pada motor starter yang bisa membuat mesin sulit dihidupkan, bahkan tidak bisa menyala sama sekali.
Seiring waktu, frekuensi penggunaan starter yang tinggi dapat menyebabkan keausan pada magnetic switch di dalam unit tersebut.
Dampaknya, proses starter menjadi terganggu. Dalam kasus yang sangat jarang, kondisi ini berpotensi memicu korsleting listrik hingga risiko kebakaran. Faktor inilah yang akhirnya mendorong BMW melakukan penarikan unit secara global, sebagaimana dilaporkan BMW Blog.

Mengutip sejumlah sumber, sekitar 575.000 kendaraan terdampak dalam kampanye ini. Model yang masuk daftar cukup beragam, mulai dari BMW seri-2, BMW seri-3, BMW seri-4, BMW seri-5, BMW seri-6, hingga BMW seri-7.
Selain itu, model SUV dan sport juga terdampak, yakni BMW X3, BMW X4, BMW X6, serta BMW Z4. Dengan platform dan komponen mekanis yang identik, Toyota GR Supra juga disebut berpotensi masuk dalam cakupan kampanye ini.
Di Jerman, recall mencakup 28.582 unit kendaraan, sementara di Amerika Serikat terdapat 87.394 unit yang terdampak. Solusi yang diberikan berupa penggantian motor starter, dan pada beberapa kasus juga dilakukan penggantian baterai 12V.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait kampanye recall oleh BMW Indonesia untuk seluruh model di BMW di tanah air. Namun di negara tetangga Malaysia, BMW Group Malaysia menyatakan saat ini tengah melakukan verifikasi jumlah kendaraan yang terdampak di wilayahnya. (AW)










