Incar First Buyer, Daihatsu Tetap Unggul Di Segmen LCGC

Daihatsu unggul LCGC first car buyer lewat strategi penargetan konsumen. Hingga April, penjualan ritel capai 46.953 unit dengan pangsa pasar 16,3 persen dan posisi merek otomotif nomor dua.
Penulis: Ahmad Biondi
Jumat, 22 Mei 2026 16:00 WIB
Berita - Incar First Buyer, Daihatsu Tetap Unggul Di Segmen LCGC

Daihatsu Ayla secara spesifik dihadirkan bagi pengendara yang pertama kali memiliki mobil. (Foto : Otodriver)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatatkan pertumbuhan positif di pasar kendaraan bermotor roda empat di tanah air.

Hingga April 2026, jenama asal Jepang ini mampu mencatatkan penjualan retail atau dari dealer ke konsumen sebesar 46.953 unit dengan pangsa pasar sebesar 16,3 persen.

Pencapaian tersebut sekaligus menjaga posisi Daihatsu, sebagai merek otomotif nomor dua dalam penjualan ritel nasional.

Marketing Director and Corporate Communication PT ADM, Sri Agung Handayani menjelaskan, memang terjadi dinamika di pasar otomotif tahun ini, khususnya di segmen mobil murah alias low cost green car (LCGC). Bahkan, pasar tersebut, yang memang menjadi tulang punggung Daihatsu selama ini.

"Sebenarnya LCGC market ini kelihatan turun, jadi LCGC MPV ini kontribusi persentase itu sebulan rata-rata tahun lalu 5.500-5.600-an, tahun ini juga 5.600-an. Jadi sama," jelas wanita yang karib disapa Agung ini, saat ditemui di bilangan BSD, Tangerang, belum lama ini.

Foto - Incar First Buyer, Daihatsu Tetap Unggul Di Segmen LCGC
Penjualan Daihatsu Sigra tetap bagus di tengah gempuran EV murah. (Foto : Otodriver/Ilham Pratama)

"Kalau LCGC hatchback memang turun dari sekitar 5.500 jadi sekitar 4.500, tapi puji tuhan, Ayla dan saudara kembar, sebenarnya jualan 2.000-2.200 (unit per bulan). Even daya beli first car buyer masih belum ada koreksi positif," tegas Agung.

Selain itu, ia juga mengungkap, strategi Daihatsu untuk terjun dan menyasar konsumen pembeli pertama atau first car buyer, terbukti efektif. 

Bahkan, di pasar tersebut, mampu menyumbang sekitar 65 persen dari total penjualan perusahaan yang terkenal dengan mobil kompaknya ini.

"Kalau dilihat struktur pembeli, Daihatsu masih tetap didominasi first car buyer kurang lebih 65 persen," tegasnya.

Selain sebagai merek yang menyasar konsumen pembeli mobil pertama, Daihatsu juga mencatatkan performa kuat di kendaraan dengan harga hingga Rp300 juta. 

Pabrikan asal Jepang ini berhasil meraih market share sebesar 32 persen di segmen tersebut.

Khusus kendaraan bermesin ICE atau internal combustion engine dengan rentang harga serupa, Daihatsu bahkan menguasai pangsa pasar hingga 38 persen.

Kinerja Daihatsu turut didukung oleh jangkauan pasar yang luas di berbagai wilayah Indonesia. Penjualan di area rural dan remote tercatat mencapai 46 persen, lebih tinggi dibandingkan total market yang berada di angka 33 persen.

Selain itu, kontribusi penjualan di luar Jabodetabek mencapai 81 persen, melampaui rata-rata pasar nasional sebesar 67 persen.

Daihatsu juga mampu mempertahankan posisi nomor dua di berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia Bagian Timur.

"Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan keluarga, mobilitas harian, maupun aktivitas usaha," ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT ADM, saat ditemui di bilangan BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026). (AB)

#lcgc #daihatsu #daihatsu-ayla #mobil-murah-daihatsu #daftar-mobil-terlaris-daihatsu #penjualan-lcgc

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.