OTODRIVER – BYD resmi memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM). Teknologi Plug-in Hybrid pertama di model BYD ini akan langsung disematkan pada model BYD M6.
Langkah ini diambil oleh BYD untuk menawarkan konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni.
BYD DM sendiri sebenarnya sama dengan teknologi Plug-in Hybrid Vehicle alias PHEV yang sudah beredar di Indonesia sebelumnya, seperti di Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH, Jaecoo J7 SHS, dan juga Jaecoo J8 SHS.

“BYD M6 DM adalah MPV 7-seater yang dirancang untuk Indonesia dan menjadi model pertama BYD yang menggunakan teknologi DM di Indonesia,” jelas Eagle Zhao selaku President Director PT BYD Motor Indonesia saat momen perkenalan teknologi Dual Mode BYD di Daerah PIK 2 Banten, Senin (18/5).
Belum ada spesifikasi teknis yang dibeberkan pada BYD M6 DM ini. Namun, ada beberapa klaim yang disebutkan pada model ini.
Seperti konsumsi BBM yang mencapai 65 km/per liter, jarak tembuh kombinasi 1.800 km, dan juga efisiensi thermal mencapai 46 persen.
Kendati demikian, M6 DM ini sudah ada di tempat kelahiran asalnya, yakni Tiongkok yang dikenal dengan nama Song Max.
Model ini mengandalkan mesin 1.500 cc dipadukan motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan hingga 197 hp dengan mode EV murni sejauh 105 km yang dihasilkan oleh baterai berkapasitas 18,3 kWh.
Dan jika merujuk pada unit yang ditampilkan pada acara ini, M6 DM memiliki beberapa perbedaan secara fisik.
Seperti nama yang diusungnya yakni M6 Cross, penggunaan pelek yang berbeda, adanya tambahan grill radiator, over fender berwarna hitam, hingga absennya atap panoramik. (AW)











