Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pendapat Ahli Tentang Kecelakaan Vanessa Angel

Human error menjadi mayoritas penyebab kecelakaan di jalan raya
Berita
Jumat, 5 November 2021 08:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Kecelakaan tunggal yang terjadi di Km 673+300/A ruas tol Jombang-Mojokerto menewaskan Vanessa Angle dan suaminya. Pajero Sport yang ditungganginya pun hancur parah di sebelah sisi kiri setelah menabrak beton pembatas jalan tol.

Berdasar laporan kepolisian SUV bernomor polisi B 1264 BJU ini melaju dari arah Jakarta dan disinyalir kecelakaan dikarenakan sopir mengantuk.

Berdasarkan beberapa bukti yang ada, Jusri Pulubuhu, Founder and Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting pun akhirnya angkat bicara hal ini. “Kecelakaan ini bisa banyak faktornya, namun berdasarkan data yang ada bahwa 80-90% kecelakaan terutama di tol disebabkan oleh faktor manusia,” terangnya saat dihubungi OtoDriver, Kamis (04/11).

“Dari data yang kami terima, mobil ini dari arah Jakarta dan berangkat pada hari yang sama,” sambungnya. “Faktor kelelahan biasanya menjadi penyebab dominan hilangnya konsentrasi berkendara. Salah satunya adalah terjadi Automatic Behavior Syndrome (ABS) atau keletihan yang dalam (deep fatique),” lanjutnya.

BACA JUGA

Kelelahan yang dalam, bukan hanya dapat menyebabkan serangan kantuk, namun juga dapat menyebabkan kesalahan kalkulasi dalam berkendara, yang berakibat salah dalam mengambil keputusan (aksi) dalam bertindak.

Walau demikian, Jusri menambahkan bahwa dugaannya ini semakin kuat apabila pengemudi kurang istirahat, ataupun kondisi kesehatan pengemudi kurang fit.

Dalam hal ini perlu sekali diperhatikan managerment perjalanan yang baik terlebih untuk melakukan istirahat dan refreshment. “Setidaknya setiap 3 jam sekali pengemudi harus beristirahat dan melakukan peregangan badan supaya aliran darah kembali lancar. Lama istirahat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Bahkan bisa diisi dengan tidur jika diperlukan,” ungkapnya.

Ada kemungkinan lain yang menyebabkan insiden ini, yakni adanya destraksi. “Fakta sebelumnya si pengemudi sempat merekam (video) sambil mengemudi. Ini sangat berbahaya dan menimbulkan destraksi terlebih pada kecepatan tinggi, terlebih jauh di atas ambang batas kecepatan yang disarankan, ”tutur pria ramah ini.

Jusri juga menyoroti kecepatan mobil yang sempat diunggal di media sosial. “Kecepatan mobil tersebut jauh melampaui ambang batas aman. Di tol Indonesia rata-rata batas kecepatannya di 100 km/jam,” tutupnya.


Tags Terkait :
Lakalantas Vanessa Angel
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Pendapat Ahli Tentang Kecelakaan Vanessa Angel

Human error menjadi mayoritas penyebab kecelakaan di jalan raya

4 tahun yang lalu

Berita
Hindari Risiko Kecelakaan Truk, Bisa Ikuti Langkah Ini

Ternyata, ada beberapa cara untuk meminimalkan risiko lakalantas dan meningkatkan keamanan mengemudi dan berkendara di jalanan.

4 tahun yang lalu


Berita
Third Brake Lamp Fitur Penting Yang Harus Segera Dijadikan Standar

Fitur lampu ketiga ini telah menjadi standar di berbagai negara maju sejak tiga dasawarsa silam. Fungsinya memberikan tanda yang lebih jelas kepada pengendara lain di belakang.

5 tahun yang lalu


Berita
Polisi Jerman 'Shock Theraphy' Orang yang Foto Kecelakaan

Kecelakaan merupakan musibah yang tidak perlu diabadikan dengan alasan konsumsi pribadi.

6 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Ambisius, Jaecoo Akan Boyong Lebih Dari 5 Model NEV Di 2026

Jaecoo hadirkan lebih dari 5 model NEV di Indonesia 2026, termasuk SUV 7-seater HEV, PHEV, dan BEV. Ungkap Business Unit Director Jim Ma.

3 jam yang lalu


Berita
Fakta Yang Bikin Mobil EREV (Extender Range Electric Vehicle) Disebut Solusi Masa Depan

Renault EREV masa depan EV Eropa: CEO François Provost soroti range extender dengan mesin bensin generator untuk jarak tempuh lebih jauh.

3 jam yang lalu


Berita
Denza Z9GT Meluncur Semester II, Bagaimana BYD M6 PHEV?

Denza Z9GT dipastikan meramaikan pasar Indonesia. Selanjutnya BYD M6 PHEV kemungkinan juga melantai.

4 jam yang lalu


Berita
Insentif EV Dicabut? BYD Masih Tidak Naikkan Harga Mobilnya

BYD pertahankan harga mobil listrik sampai Q1 2026 meski insentif impor EV dicabut per 1 Januari. Atto 1 tetap Rp199 juta OTR Jakarta.

5 jam yang lalu


Berita
Epic Journey : Toyota Veloz Hybrid EV 2026, Tembus 1:20

Ekspedisi Epic Journey ungkap konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid EV 2026 capai 20 km/liter di jalan datar, 17 km/liter menanjak, hingga 30 km/liter menurun.

6 jam yang lalu