Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Kenapa Kecelakaan Truk Akibat Rem Blong Masih Saja Terjadi?

Bukti tidak ada penanganan serius soal kelaikan teknis truk di jalan.
Truk
Minggu, 7 September 2025 15:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Rem blong seharus sudah tidak bisa lagi jadi alasan penyebab kecelakaan kendaraan niaga (Foto :Korlantas Polri)


BUS-TRUCK – Pekan ini terjadi lagi, kecelakaan terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2 (4/9) yang melibatkan truk. 

Sebuah truk kontainer diduga mengalami gangguan rem hingga menabrak Gerbang Tol (GT) Ciawi 2 dan menyebabkan trailer terguling. Peristiwa ini melibatkan truk ringan dan mengakibatkan kerusakan pada gardu tol serta sejumlah fasilitas penunjang.

Ditgakkum Wal & PJR Jagorawi, Kompol Jajuli, seperti dikutip dari laman Korlantas Polri, menyebutkan kejadian nahas itu berawal kendaraan kecil yang sedang bertransaksi di gardu 11 ditabrak tiba-tiba truk konteiner yang diduga mengalami kendala pada fungsi rem.

BACA JUGA

Diduga kontainer tersebut kehilangan kendali, kemudian menabrak Gardu 9 yang diperuntukkan bagi kendaraan kecil, menghantam plang Gerbang Tol Otomatis (GTO), dan akhirnya terguling ke arah kiri. 

Truk pengangkut kontainer berada dalam posisi terbalik menimpa hingga kendaraan truk ringan yang berada di Gardu 11.

Truk ringan yang dikemudikan oleh Supandi (41), warga Kecamatan Bojong Genteng, Kabupaten Sukabumi dengan STNK kendaraan asal Kabupaten Sukabumi. Sedangkan usai kejadian tersebut pengemudi truk kontainer melarikan diri dan tidak ada di lokasi kejadian.

Petugas gabungan dari unit PJR Jagorawi, Laka Lantas Polresta Bogor Kota, serta tim rescue segera melakukan evakuasi. Kendaraan yang terlibat telah ditarik ke pool derek Ciawi A untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan sopir truk kontainer serta memastikan penyebab utama kecelakaan tersebut terjadi. 

Rem blong tidak akan muncul tiba-tiba 

Berdasarkan catatan Bus-Truck.id, berbagai kecelakaan truk ataupun dengan alasan akibat rem blong mengerucut pada satu kondisi dimana soal perawatan rutin yang terabaikan sebagai titik pangkal kejadian berulang tersebut. 

Selain juga karena soal pengemudi yang abai atau perihal kelebihan muatan. 

Ditemui di perhelatan GIIAS 2025 yang lalu (28/7), Senior Investigator dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, secara tegas menyebutkan bahwa alasan rem blong dianggapnya terlalu menyederhanakan persoalan.

Menurutnya, rem blong hanyalah gejala akhir dari banyak kelalaian dan kesalahan teknis yang sebenarnya bisa dicegah. Ditambahkannya, banyak kasus rem blong justru berasal dari perawatan sistem pengereman yang buruk.

Salah satu temuan saat penyelidikan kecelakaann adalah adanya kebocoran pada sistem pneumatic. Ini sering terjadi karena pengemudi malas menguras tangki angin secara rutin. Karena jiak dibiarkan akan membuat masuknya air atau bahkan oli ke dalam tabung angin, menyebabkan tekanan tidak stabil dan kinerja rem terganggu. 

terlalu sering ditemui panel indikator truk ataupun bus tidak berfungsi semua (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Menhub Menegaskan Kalau Ada Truk Laka, Maka Pemiliknya Juga Harus Bertanggung Jawab

Baca juga: Hingga Maret 2025 Sudah Terjadi 222.602 Kecelakaan Melibatkan Angkutan Barang

Baca juga: Pemerintah Dianggap Tidak Tegas Bertindak, Sehingga Kecelakaan Bus Terus Terjadi

Selain itu, kebocoran sistem hidrolik juga sering ditemui, di mana kampas rem menjadi basah atau reservoir minyak rem dibiarkan kosong sehingga sistem pengereman kehilangan daya dorong.

Lebih parah lagi, banyak ditemui bahwa kendaraan yang mengalami kecelakaan ternyata menggunakan komponen yang tidak sesuai standar. Ban dan kampas rem yang dipasang sering kali bukan keluaran pabrikan resmi dan kualitasnya tak terjamin.

Hal ini tentu membahayakan, apalagi jika kendaraan melaju di jalur menurun atau saat membawa beban berat. Komponen pendukung seperti exhaust brake pun kerap dibiarkan tidak berfungsi. Padahal, sistem ini penting untuk membantu pengereman di kendaraan berat. 

Wildan juga menyebut adanya modifikasi ilegal seperti pemasangan klakson telolet yang terhubung ke sistem pengereman. Dalam banyak kasus, tabung angin yang dipakai bersama untuk klakson dan rem menyebabkan gangguan tekanan saat salah satu sistem bermasalah.

Pihak APM sudah menyediakan berbagai fitur safety untuk pengereman seperti Retarder Electromagnetics di Hino 500 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Faktor kelalaian lainnya juga memperbesar risiko kecelakaan. Banyak bus dan truk tidak dilengkapi ganjal roda, padahal alat ini sangat vital saat kendaraan berhenti di tanjakan atau parkir.

Bahkan dashboard kendaraan yang seharusnya menjadi pusat informasi, sering tidak berfungsi, sehingga pengemudi tidak bisa mendeteksi lebih awal jika ada tekanan angin untuk sistem rem menurun.

Wildan juga mengingatkan untuk kesekian kalinya, semua kecelakaan yang sebetulnya tidak perlu terjadi karena tidak ada komponen yang tiba-tiba rusak tanpa peringatan. Tidak ada cara lain menurutnya sebagai tindakan pencegahan kecuali pemeriksaaan teknis secara rutin.

Ia memungkaskan, kebiasaan untuk melakukan inspeksi harian sudah seharusnya jadi kebiasaan bagi para operator kendaraan niaga, khusunya kendaraan angkutan umum dan logistik. (EW)

Di lapangan, hanya operator truk ataupun bus skala besar yang rutin melakukan cek teknis rutin pada armadanya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Kecelakaan Truk
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Bus
Baru Mulai Berdinas, Bus UHD PO Sudiro Tungga Jaya Sudah 'Terluka'

Ironisnya, insiden ini terjadi di saat yang bersamaan dengan dinas perdana Rubya menjadi armada antarkota antarprovinsi.

5 tahun yang lalu


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

1 minggu yang lalu


Bus
Karyawan Swasta Juga Bisa Gratis Naik Transjakarta

Bagi yang memiliki rentang pendapatan bulanan maksimal UMR Jakarta.

4 minggu yang lalu


Tips
Ingat Selalu, Perlintasan KA Adalah Area Berbahaya

Kecelakaan fatal di Bekasi Timur ingatkan bahaya perlintasan KA. Tips aman melintas perlintasan kereta api dari pakar SDCI dan data 3.703 titik sebidang KAI 2026.

2 bulan yang lalu

Truk
GIICOMVEC 2026 Mengalami Kenaikan Jumlah Pengunjung

Segmen kendaraan komersial jadi indikator kondisi industri otomotif nasional.

3 bulan yang lalu


Bus
Masa Lebaran 2026 Kemenhub Lakukan Ramp Check Ke Puluhan Ribu Bus

Ramp check bus Lebaran 2026 Kemenhub periksa 60.946 unit. 63,59% diizinkan operasi, 11,70% dilarang akibat teknis utama dan administratif.

4 bulan yang lalu

Berita
Asuransi Astra Ikut Mengamankan Pemudik Dengan Cara Ini

Disediakan beragam paket perlindungan kesehatan pemudik, proteksi kendaraan, sampai bantuan darurat di jalan.

4 bulan yang lalu


Bus
Catat, Puncak Arus Mudik Bus Dari Jakarta Tanggal 15-16 Maret 2026

Puncak arus mudik bus Jakarta 15-16 Maret 2026: Penumpang AKAP melonjak di Terminal Lebak Bulus, posko mudik didirikan, ramp check ketat diterapkan.

4 bulan yang lalu


Terkini

Bus
DCVI Anggap Operator dan Mitra Karoseri Seperti Keluarga

Ditambah upaya konsisten menjaga pelayanan purna jual agar operasional para operator tetap terjaga.

2 jam yang lalu


Bus
Juragan 99 Sepakat Boyong Puluhan Unit Bus Di GIIAS 2026

Juragan99 Trans pesan 31 unit Volvo B11R GIIAS 2026 melalui PT Indotruck Utama. Perusahaan juga sepakat bangun dua unit double decker berbasis sasis Scania K450CB untuk layanan AKAP premium.

10 jam yang lalu


Bus
PO Bagong Borong 61 Unit Bus Hino Di GIIAS 2026

Dilakukan untuk penambahan armada serta peremajaan unit.

1 hari yang lalu


Van
Semua Unit Farizon Bisa Isi Ulang Listrik di Jaringan Arista

Sebagai bagian dari pelayanan lengkap bagi pemilik armada.

1 hari yang lalu

Bus
Bus Fuso Dibuat Lebih Panjang Untuk Bidik Peluang Besar Industri Pariwisata

Dirinya mengatakan peluncuran Canter Extra Long Bus FE 84G BCL dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan transportasi wisata sekaligus mengikuti regulasi pemerintah yang terus berkembang.

1 hari yang lalu