OTODRIVER – Kalau boleh disebut, dari sejumlah jenama non Jepang yang kehadirannya di pasar dalam negeri Jepang berpotensi mengusik eksistensi prinsipal lokal bisa jadi baru BYD.
Sebab sejak BYD mulai masuk ke pasar dengan jumlah penjualan empat jutaan unit per tahunnya itu saat ini setidaknya sudah punya jaringan 69 dealer.
Tahun lalu dari semua EV yang diimpor di Jepang, porsi produk-produk BYD penguasaannya sudah 20 persen.
Nah, salah satu model BYD yang masuk ke pasar Jepang adalah Dolphin. Mobil dengan genre hatchback ini nyata dapat animo positif dari peminatnya di Negeri Matahari Terbit itu, salah satunya dengan menyediakan warna baru yang memang bayak diminta oleh calon konsumennya.
Warna itu masuk golongan putih dengan kilau maksimal yang bernama Ski White.
Bukan hanya itu, Dolphin untuk delivery semester pertama 2026 ini juga sudah menyediakan sejumlah fitur baru.
Lumayan banyak penambahannya; lingkar kemudi yang ada penghangatnya, rain-sensing wiper, serta menu NFC (Near Field Communication) yang bisa buka kunci pintu lewat smartphone.

Kemudian handel pintu penumpang bisa dibuka pakai fitur microswitch alias hanya dengan gerakan tangan dekat sensor khusus. Termasuk ketersediaan wireless charging 50W dengan cooling fan.
Semuanya ada di dua varian Dolphin yang tersedia untuk pasar Jepang.
Khusus untuk varian Long Range, peleknya pakai ukuran 17 inci berbahan aluminium.
Untuk varian standar, BYD Dolphin di sana harganya 2,9 jutaan Yen atau sekitar Rp318 jutaan. Untuk varian Long Range hanrganya 3,7 jutaan Yen, harganya dengan konversi bebas jadi Rp406 jutaan. (EW)










