Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Waspada Transisi Cahaya Saat Mengemudi Di Pergantian Hari

Bisa bikin rasa kantuk makin kuat
Tips
Rabu, 1 Januari 2025 06:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Memakai kacamat pelindung tidak bisa sembarang memilih jika tidak ingin pandangan malah terganggu


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Adanya jalan bebas hambatan, selain bisa menghemat waktu tempuh, juga lebih memudahkan untuk menentukan waktu perjalanan. Membuka kesempatan juga untuk memulai perjalanan yang akan melewati pergantian hari, dari terang ke gelap. Begitu pula sebaliknya. 

Untuk itulah haris diwaspadai situasi peralihan hari saat berkendara dari kondisi terang ke gelap, maupun gelap ke terang. 

Terutama pergantian dari gelap ke terang terlebih jika perjalanan telah dijalani di lebih dari separuh malam. 

“Karena mengemudi di lama hari, apalagi jika disertai turun hujan, menyebabkan potensi kelelahan lebih besar. Visibiltas yang menurun membuat kemampuan kognitif bekerja lebih keras,” kata Jusri Pulubuhu, penggiat safety dan defensive driving dari Jakarta Defensive Driving Consulting (24/12).

BACA JUGA

Mengemudi saat malam hari membuat kinerja otak, mata, tangan ,dan kaki lebih keras. 

Meskipun organ mata yang akan paling berat bebannya, karena saat di gelap malam mata dipaksa untuk menyerap lebih banyak sinar agar pandangan ke jalan tetap terpantau. Belum lagi ketika ada sorot lampu dari kendaraan yang berlawanan arah. 

Apalagi kalau di perjalanan terhadang kemacetan. Mata akan berkali-kali terpapar pijar lampu rem kendaraan yang searah. 

Kondisi itu yang kemudian membuat mata berpotensi mengalami kelelahan berat. Menjadi semakin mengkhawatirkan jika kemudian waktu berganti pagi sehingga bertemu sinar matahari. 

Sejumlah gejala yang akan muncul seperti mata terasa perih, mengantuk dan otot mata terasa kaku. Hasilnya, mata seperti mau nutup terus. Jika sudah demikian, tidak ada cara lain. “Harus istirahat, baik fisik maupun mata,” saran Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). 

Disebutkannya untuk beristirahat sekitar 10-15 menit. Bisa dengan cara dipejamkan, atau juga senam mata. Yakni dengan melakukan gerakan melihat benda jauh dan dekat secara berulang-ulang dengan ritme yang diatur. 

Cara lain, sederhana juga tapi efektif, melihat obyek yang dominan warna hijau. Hamparan sawah menjadi salah satu titik yang cukup baik. “Ini mencegah otot mata tidak kaku,” tambah Sony lagi. 

Ada cara lain juga, membasuh wajah dan kelopak mata dengan air hangat, bukan air dingin. 

Untuk tubuh sendiri yang juga berkorelasi dengan mata, lakukan senam ringan. Gunanya untuk melancarkan otot dan persendian. Kalau sudah bugar, bisa melanjutkan perjalanan. Jangan lupa gunakan kacamata penangkis sinar matahari. Supaya mata tak cepat lelah dan tidak silau.

Mengemudi saat hari gelap lebih membuat mata bekerja lebih keras dibandingkan saat hari terang. Waspadai selalu pergantian waktu di antara keduanya

PIlih lensa kacamata seperti apa?

Berdasarkan catatan data Otodriver, berkendara di kala sinar matahari sedang terik juga berpotensi mengganggu kinerja mata. Oleh karenanya banyak diantisipasi oleh pengendara dengan memakai pelindung mata. Jamak terlihat memakai kacamata hitam. 

Namun patut diketahui bahwa memakai kacamata hitam butuh pemahaman tertentu soal kondisi mata Anda sendiri. 

Karena salah penggunaan bisa berakibat negatif. Sebagai contoh efek dari kerusakan akibat sinar UV bersifat kumulatif. 

Oleh karena itu penggunaan kacamata hitam berkualitas tinggi yang menghalangi 100 persen baik UVA dan UVB. Di pasaran kini tersedia sejumlah kacamata hitam yang lensanya berspek polarized, sangat efektif mereduksi cahaya yang menyilaukan sekaligus memperjelas penglihatan di siang terik. 

Itu karena filter polarisatornya bersilangan sehingga cahaya susah masuk. 

Tidak sulit membedakan kacamata pelindung itu dari sisi mutu, bisa disimak dari lensanya. Untuk mutu lensa yang bagus akan terlihat bening, sedangkan yang abal-abal akan nampak garis-garis vertikal. 

Pemakaian kacamata pelindung saat mengemudi di malam hari juga disarankan. Tetapi bukan berarti tidak ada jenis kacamata pelindung yang lensanya sesuai untuk menepis pendaran cahaya yang berasal dari lampu di pinggir jalan maupun dari paparan sinar lampu kendaraan lain yang berlawanan maupun yang sejajar arahnya dengan kendaraan yang kita kemudikan. 

Kacamata yang lensanya berspek Anti UV bisa dijadikan piihan, sebab lensa seperti itu akan terstimultan sendiri menjadi lebih gelap saat terkena silau sinar berlebih.

Kondisi silau ini dalam bahasa medis disebut sebagai fotophobia yang diartikan sebagai  keadaan abnormal di mana seseorang merasa sensitif terhadap cahaya. 

”Fotophobia dapat disebabkan oleh banyak hal. Pertama-tama harus dipastikan bahwa fotophobia itu tidak disebabkan oleh penyakit lain, misalnya dry eye, kekeruhan kornea mata, peradangan pada mata, katarak, dan kelainan syaraf mata lainnya,” ungkap dr. Rini Sulastiwaty, SpM, Ophthalmologist Jakarta Eye Center. (EW)


Tags Terkait :
Safety Pergantian Hari Siang Malam Mengemudi Mata
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Tips
Waspada Kelelahan Mata Saat Mengemudi Di Pergantian Hari

Waspadai kelelahan mata saat mengemudi pergantian hari. Pakar safety driving sarankan istirahat 10-15 menit, senam mata, dan kacamata polarized untuk cegah silau.

1 bulan yang lalu


Tips
Waspada Transisi Cahaya Saat Mengemudi Di Pergantian Hari

Bisa bikin rasa kantuk makin kuat

1 tahun yang lalu


Berita
Lampu Sein Bermika Putih, Trend Otomotif Yang Terus Berlanjut Hingga Sekarang

Sinar lampu sein berkelir oranye mampu memberikan kontras visual lebih tinggi, mencegah ambiguitas dengan lampu rem dan terbukti mampu meningkatkan respons pengemudi hingga 28%.

1 bulan yang lalu


Berita
Komunitas Suzuki Ertiga Dapat Dukungan APM Untuk Gelar Musyawarah Nasional

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Suzuki sebagai APM dengan komunitas setianya seperti Ertigamania.

7 tahun yang lalu


Terkini

Mobil Listrik
Begini Cara Charging EV Yang Baik Dan Bikin Baterai Awet

Cara charging EV agar baterai awet: hindari fast charging, isi 30-80%, prioritaskan home charging AC. Tips dari ekspert EVSafe Indonesia.

1 jam yang lalu


Berita
Stiker Colorful Di Mobil Balap Bikin Tampilan Fresh Dan Menarik Perhatian

Maxdecal dukung Radical Time Attack MFoS 2026 Mandalika lewat stiker premium untuk mobil Erika Richardo dan J Owen, dapat apresiasi Wakil Menteri Ekraf Irene Umar.

4 jam yang lalu


Berita
Lexus TZ Diperkenalkan, Saudara Toyota Highlander EV

Lexus TZ rilis 2026 sebagai SUV listrik tiga baris, saudara Toyota Highlander EV. Teaser dirilis 7 Mei, baterai 76-95 kWh, jarak 480 km, fitur Lexus Safety System+ 4.0.

5 jam yang lalu


Berita
Lepas Resmikan Dealer ke-4 di Indonesia, Targetkan 40 Showroom Sepanjang 2026

Lepas resmikan dealer baru Lepas MAS Pluit di Jakarta Utara, dealer ke-4 di Indonesia dengan layanan 3S. Targetkan 40 showroom hingga akhir 2026.

6 jam yang lalu


Berita
Haval Big Dog Plus Terbaru Segera Rilis, Lebih Besar Dari Haval Jolion

Mobil ini memiliki dimensi lebih besar dibandingkan Haval Jolion yang beredar di Indonesia.

8 jam yang lalu