Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Harap Selalu Jaga Jarak Agar Terhindar Dari Tabrakan Beruntun

Cuma butuh empat detik untuk bisa selamat atau malah celaka
Tips
Minggu, 29 Desember 2024 15:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Setiap pengemudi perlu meingkatkan kewaspadaan saat duah masuk di jalan tol


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Tabrakan beruntun yang acap terjadi di jalur bebas hambatan sebenarnya karena ada pelanggaran dua hal prinsip, yaitu; kecepatan terlalu tinggi untuk kondisi arus lalu linta syang ada saat kejadian, kemudian tidak menjaga antar kendaraan sehingga reaksi pengereman tidak mencukupi. 

"Jaga jarak aman itu paling relevan dengan istilah ideal itu '4 detik'," buka kata praktisi keselamatan berkendara sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, saat dihubungi beberapa waktu lalu (27/6/2022). 

Sony menjelaskan lagi makna dari '4 detik' itu dengan perhitungan mewakili, pertama 1 detik reaksi pengemudi dalam berpikir dan bereaksi. 

"Selanjutnya 1 detik lainya itu kondisi beban kendaraan, rem hingga ban, 1 detik lainya kondisi permukaan jalan, kelembaban, angin hingga lingkungan," tambahnya. 

BACA JUGA

Selain itu, 1 detik terakhir yaitu safety factor yang harus diperhitungkan. Namun, untuk perhitungan di atas menurut Sony ada catatan tersendiri untuk pengemudi. 

"Seperti pengemudi harus dalam kondisi fit, tidak lelah, mengantuk, main handphone, merokok dan tidak sedang makan," tutupnya. 

Regulasi jaga jarak di jalan tol  

Perlu diingat kembali, jarak aman berkendara di tol juga sudah di atur dalam UU tentang Cara Berlalu Lintas pada Pasal 62 PP no. 43 Tahun 1993, khususnya jika keadaan jalan yang licin dan basah. Berikut rinciannya:  

“Perlu diingat selalu juga bahwa mengemudi di jalan tol sesungguhnya ‘tidak pernah aman’,” ungkap Jusri Pulubuhu Senior Instructor dari Jakarta Driving Consuktant (JDDC). Ia dihubungi langsung pekan ini (24/12). 

Disebutkannya perihal tidak aman itu karena meskipun tidak disertai dengan kecepatan tinggi, jika terjadi tabrakan antar kendaraan di jalan tol akan selalu bersifat ‘big impact’. Menurutnya, nyaris tidak mungkin pada mobiil tidak menimbulkan kerusakan yang terbilang sedang sampai berat sekalipun. 

Hal itu, masih menurut Jusri, dikarenakan kecepatan reaksi pengemudi dengan gerak inersia yang tidak semestinya dari kendaraan yang dikemudikan sangat berpotensi tidak sesuai. “Apalagi jika sebelumnya sudah melewati perjalanan di jalan tol dalam waktu yang lama, potensi keterlambatan bereaksi dari pengemudi menjadi sangat besar. Apalagi jika tidak mampu juga menjaga kecepatan yang sesuai kondisi lalu lintas maupun regulasi yang berlaku,” jabarnya.   

Perlu diingat, menjaga jarak dan juga kecepatan bertujuan untuk menghindarkan diri dari potensi kecelakaan itu sendiri

Jusri mengingatkan juga bahwa ada sindrom yang juga tidak mudah disadari saat mengemudi di jalan tol. “Apa yang disebut sebagai Highway Hypnosis, istilah mudahnya kondisi bengong pada pengemudi akibat perasaan bosan karena kondisi serta situasi jalan yang monoton,” urainya. 

Terlambat bereaksi dalam hitungan satu detik menurut Jusri lagi sudah bisa membuat mobil yang dikemudikan ‘nyelonong’ 30 meteran. Ia juga menyebutkan kalkulasi untuk proses pengereman mulai dari berekasi pertama hingga kaki menginjak pedal rem di kisaran 4 detik.

“Satu detik rekasi pertama itu baru untuk pengenalan atas apa yang sebenarnya terjadi di depan mata pengemudi, jadi bayangkan kalau tahap ini kemudian gagal identifikasi, bisa dipastikan kendaraan yang dikemudikannya menabrak obyek yang ada di depannya,” ujar Jusri sembari berharap bahwa menjaga kecepatan kendaraan adalah langkah preventif paling mudah. (EW)


Tags Terkait :
Safety Jalan Tol Kecepatan Tabrakan. Beruntun Reaksi Pengereman
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Tabrakan Beruntun Terjadi Karena Reaksi Melambat 4 Detik

Jika kantuk mulai muncul itu tanda butuh istirahat.

1 hari yang lalu


Tips
Harap Selalu Jaga Jarak Agar Terhindar Dari Tabrakan Beruntun

Cuma butuh empat detik untuk bisa selamat atau malah celaka

10 bulan yang lalu


Berita
Waspada Tabrakan Mobil Beruntun, Ini Tipsnya

Ironisnya tak sedikit juga kecelakaan beruntun yang dialami kendaraan niaga berukuran besar seperti bus atau truk.

4 tahun yang lalu


Truk
Luar Biasa, Truk Rem Blong Minta Darah Lagi !!

Sudah saatnya diberlakukan “Darurat KIR”

1 tahun yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

5 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

6 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

7 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

9 jam yang lalu