Hyundai menjadi salah produsen asal Korea Selatan yang selalu berusaha eksis di pasar tanah air.
6 tahun yang lalu
Korea Selatan adalah negara kedua terbesar setelah Cina yang mengalami dampak terbesar virus Corona. Berikut salah satu imbasnya.
Pabrik Hyundai yang ada di komplek produksi mobil terbesar di dunia berhenti beroperasi setalah salah seorang pekerja positif corona.
Virus Corona seakan telah melumpuhkan berbagai sektor industri otomotif seperti terhambatnya produksi mobil hingga batal digelarnya Geneva Motor Show 2020.
Orang India tak terlalu risau dengan jika bagian mobilnya ada yang rusak, kecuali klaksonnya yang bakalan membuat dia galau bukan kepalang
Sedan mewah milik Hyundai ini akan hadir dengan pilihan mesin hybrid.
Produsen asal Korea Selatan, Hyundai, punya ambisi untuk menjadi produsen mobil listrik terbesar di Eropa tahun ini. Saat ini mereka sedang dalam proses meningkatkan penjualan mobil listrik di Eropa.
Hyundai dan saudaranya, KIA yang terus bergerak mengembangkan kendaraan niaga berpenggerak listrik. Kali ini, kedua brand tersebut menggandeng perusahaan startup asal Inggris, Arrival.
President Director of Hyundai Motors Indonesia, Sung Jong Ha menjelaskan kalau mereka sedang mengembangkan produk baru untuk konsumen Indonesia.
Layanan ini akan lebih mahal sekitar 10-15 persen.
Mesin diesel seakan ketinggalan zaman setelah banyaknya mobil listrik yang dijual. Lantas, apakah penjualannya semakin menurun?
Hyundai Indonesia meluncurkan Tucson dengan penyegaran alias facelift. Mobil yang bermain di segmen SUV itu disebut mendapat penyegaran pada tampilan dan fiturnya.
Hyundai kembali membuat gebrakan diawal tahun ini. Setelah mobil listriknya, Ioniq, kali ini PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menghadirkan Hyundai Tucson dengan wajah baru.
Mesin turbo diesel 6 silinder inline yang saat ini digunakan pada SUV Genesis GV80, akan dipasang pada pikap double cabin mewah Hyundai.
Hyundai Ioniq kini tidak hanya jadi armada Grab, tapi juga bisa dibeli dengan banderol Rp 569 juta.