BUS-TRUCK – Mulai berdiri sejak tahun 2019, Blackbuck semakin menunjukan kinerjanya sebagai produsen bus listrik terpandang dari kawasan Asia.
Apalagi sejak mula perusahaan yang bermarkas di Hyderabad, India, ini memang foksu ke soal designing, developing, dan perakitan bis listrik kelas high-end.
Sejak tahun 2023, Blackbuck sudah secara resmi menyatakan akan fokus pada desain sampai perakitan bus listrik dengan panjang 9 sampai 15 meter. Ditandai dengan riils perdana seri Elon 3X.
Rilisan terbaru di April lalu adalah Viro 2X, panjangnya 9 meter. Secara khusus peruntukannya untuk bus kota, antar jemput karyawan, ataupun bus charter kelas premium.
Rencana produksi massal sudah digulirkan, target ada unit yan beroperasi di sekitar kuartal keempat tahun 2026.
Seperti Elon 3X, utuk Viro 2X juga berisikan komponen yang desain dasarnya dilakukan sendiri oleh pihak Blackbuck.
Termasuk struktur utama bus yang memanfaatkan gabungan material aluminium berstandar aviasi dan komposit yang biasa dipakai membangun wahana luar angkasa.
Bukan hanya itu, masih serupa dengan Elon 3X, semua peranti utama pada Viro 2X seperti struktur uatama, peranti kelistrikan, serta berbagai komponen vital dari bus berada dalam satu platform yang terintegrasi.
Baca juga: Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026
Baca juga: Busworld Southeast Asia, Janjikan Akan Banyak Desain Bus Baru
Desain struktur dasar bus terinspirasi bentuk skateboard (Foto : Blackbuck)
Desain itu menghemat pemakaian ruang ataupun dudukan pada struktur dasar dari bus.
Sejurus itu pula berpotensi besar mengurangi bobot secara keseluruhan, sekaligus memudahkan untuk keperluan perawatan rutin.
Untuk detail dari motor listrik dan baterai masih belum diinfokan spesifikasinya. Namun diklaim bus itu bisa menyediakan potensi penghematan energi sampai 0,6 kWh per kilometer saat melaju di jalan raya dengan kondisi AC menyala.
Klaim lain soal jarak tempuhnya sampai 260 kilometer dengan posisi daya pada baterai 80 persen.
CEO Blackbuck. R.K. Raju, dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa pengembangan yang produk Blackbuck yang didominasi oleh kegiatan secara in house itu bisa mempercepat respon perusahaannya terhadap kebutuhan pasar.
Ia memungkaskan bahwa pihaknya berupaya menjaga jaminan bahwa pihak operator berada di posisi paling maksimal dalam pengoperasian kendaraan yang diyakini pula punya durabilitas terbaik di kelasnya dengan rasio uptime yang terjaga. (EW)








