BUS-TRUCK - Wacana kenaikan tarif Transjakarta telah lama mengemuka, hingga saat ini upaya untuk memperoleh tarif yang sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat masih terus dicari oleh seluruh pihak yang terkait.
Pekan ini (27/4), Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan bahwa wacana penyesuaian tarif Transjakarta perlu dikaji secara matang dan melibatkan berbagai pertimbangan.
Menurutnya, seperti dikutip dari Antara, PT Transjakarta berfungsi sebagai layanan kewajiban pelayanan publik (public service obligation) yang memiliki peran strategis dalam mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta, bukan sekadar entitas bisnis komersial.
Oleh karena itu menurut Chco, pihaknya masih terus menampung aspirasi warga dan nantinya setiap keputusan soal penyesuaian tarif akan dikomunikasikan secara terbuka.
Dijabarkan lagi olehnya, saat ini pendapatan dari tiket penumpang Transjakarta hanya mampu menutup sekitar 14 persen dari total biaya operasional.
Kekurangan anggaran operasional masih ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari pajak masyarakat.
Baca juga: Ternyata Ini Masalah Bus Medium Listrik Belum Dioperasikan Transjakarta
Baca juga: Transjakarta Menambah 10 Ribu Bus Sampai 2029
Bus medium listrik di jaringan Transjakarta masih dianggap punya kendala jarak tempuh dibandingkan versi diesel (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Dari sisi pembiayaan, subsidi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta per penumpang mencapai sekitar Rp9.000 hingga lebih dari Rp10.000 untuk setiap perjalanan. Padahal total biaya operasional per perjalanan diperkirakan sekitar Rp13.000.
Di lain sisi, jika menilik Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sudah mengalami kenaikan signifikan hampir tujuh kali lipat sejak 2005. Pergerakan angkanya Rp800 ribu menjadi sekitar Rp5,73 juta pada 2026.
Tarif Transjakarta sendiri masih belum berubah sejak tahun 2005 yaitu sebesar Rp3.500. Sementara itu, volume penumpang terus menunjukkan tren peningkatan dengan rekor mencapai sekitar 413 juta perjalanan pada 2025.
Saat ini pihak Pemeritah Provinsi DKI Jakarta masih mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi ekonomi dalam merumuskan penyesuaian tarif.
Sembari terus mengembangkan standar layanan Transjakarta lewat modernisasi armada serta sarana, pengembangan bus listrik, serta perluasan rute di berbagai wilayah Jakarta. (EW)








