OTODRIVER - Pengadaan pikap oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang mengagendakan 105 ribu kendaraan niaga untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sempat menghebohkan.
Dua brand India disebut-sebut akan mengisi permintaan tersebut.
Namun sebelumnya disebutkan bahwa pihak Agrinas pernah melakukan komunikasi dengan beberapa produsen nasional untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Salah satunya adalah PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang sempat diajak berdiskusi oleh Agrinas.
Hanya saja seperti disampaikan Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS Dony Ismi Himawan Saputra, pembicaraan tersebut tidak berlanjut menjadi kerjasama karena belum menemukan kesepakatan.
“Kami sudah cek secara internal bahwa memang telah terjadi komunikasi dengan pihak Agrinas. Namun dalam komunikasi tersebut kami belum menemukan kesepakatan untuk pemenuhan kebutuhan,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

“Mohon maaf, banyak hal detail yang tidak bisa kami sampaikan di sini,” ungkap pria bertubuh subur ini.
Berbincang mengenai kemampuan Suzuki sebagai produsen kendaraan niaga, Dony mengatakan bahwa untuk pihaknya punya pengalaman panjang selama 50 tahun.
“Produk kami, Suzuki Carry sudah hadir sejak 1976 di Indonesia dan perjalanan panjang selama 50 tahun membuktikan bahwa model kami ini memang sudah terbukti dan teruji kehandalannya,” sambungnya.
“Apabila pihak Agrinas membutuhkan dan membuka kesempatan bagi kendaraan dengan spesifikasi 4x2, kami terbuka dan siap melayani sesuai dengan kapasitas produksi yang tersedia,” kata Dony.
Dony menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, penjualan Carry bisa menyentuh angka sekitar 6.000 unit per bulan. Dan apabila ada permintaan di atas kapasitas tersebut, tentunya bisa diupayakan namun dibutuhkan penyesuaian kesiapan ekosistemnya terlebih dulu.
Lebih lanjut, Dony memaparkan bahwa New Carry telah digunakan di banyak sektor usaha mulai dari perkebunan, pertanian, perdagangan hingga jasa. Penggunaannya bahkan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau dilihat bahwa New Carry banyak dipergunakan di perkebunan, pertanian, perdagangan, jasa dan sebagainya, dari Sabang sampai Merauke,” tambahnya.
“Mengenai kesiapan aftersalesnya tidak perlu dikhawatirkan karena jaringan Suzuki sudah terbentang dari timur hingga barat Indonesia,” imbuhnya.
Mengenai peluang kerjasama di masa depan, Dony menegaskan bahwa sejauh spesifikasi kendaraannya sesuai, Suzuki tetap terbuka untuk berpartisipasi. (SS)










