OTODRIVER - AION akan ada opsi baru di mobil listrik mereka yang punya fitur swap (tukar) baterai. Saat listrik sudah habis, cukup ganti dengan baterai yang kondisinya sudah full hanya dalam tempo sekitar 1,5 menit saja. Ini akan jadi pertama di Indonesia untuk kategori mobil penumpang.
Kepastian itu diterangkan Iqbal Taufiqurrahman, product planning & strategy GAC Indonesia saat mendampingi Otodriver di Guangzhou, Cina. "Tahap awal di AION Y Plus tapi kita juga sudah siapkan untuk AION UT juga," sebut Iqbal.
Menurutnya varian yang mampu ganti baterai dalam waktu singkat ini merupakan hasil pengembangan GAC bersama Aulton, penyedia layanan swap baterai asal Cina.

AION Y Plus dan UT dengan fitur swap baterai berbeda dengan versi baterai terintegrasi yang dijual selama ini. "GAC membuat baterai jenis swap ini sesuai requirement dari Aulton. Sehingga tak dimungkinkan model versi baterai terintegrasi dimodifikasi menjadi swap baterai," jelas Iqbal.
Posisi baterai ini diletakkan di lantai mobil dan bisa dilepas-pasang di fasilitas swap milik Aulton. "Prosesnya hanya 100 detik (sekitar 1,5 menit-red). Kita sudah siapkan 10 titik lokasi swap di seputaran Jakarta memakai alat swap generasi ke-7 yang tak perlu lagi mendongkrak mobil," tambah Steven Qu, general manager international business division Aulton.
Steven menjamin kondisi baterainya tetap prima karena dimonitor secara real time oleh sistem. Begitupun dengan sistem keamanannya. Pengalaman Aulton sebagai penyedia jasa baterai swap telah teruji selama 26 tahun dengan kerja sama berbagai merek mobil listrik di Cina.
Sayangnya GAC Indonesia melalui Iqbal masih belum bisa memastikan kepastian waktu AION Y Plus atau UT swap baterai dijual di Indonesia. Jika ini terwujud, charging mobil listrik tak perlu lagi menunggu lama hinga berjam-jam. Bahkan bisa lebih cepat dari isi BBM. (BA)










