OTODRIVER – Saat Mitsubishi Xforce pertama kali diperkenalkan di GIIAS 2023 silam, harga yang ditawarkan adalah Rp379,9 juta untuk tipe Exceed CVT dan Rp412,9 juta untuk Ultimate CVT.
SUV dengan desain tajam dan futuristik ini sempat membuat konsumen harus berpikir ulang dengan harga yang ditawarkan. Selain itu, Xforce juga dinilai kurang “vitamin” karena belum dilengkapi ADAS dan atap panoramic. Kinerja mesinnya pun dianggap kurang greng, ditambah suspensi yang banyak mendapat protes karena dinilai terlalu kaku.
Tampaknya Mitsubishi cukup terbuka mendengarkan respons pasar dan segera melakukan pembenahan. Memang tidak dilakukan seketika, tetapi langkah tersebut tetap ditempuh dengan seksama.
Hingga pada pertengahan Juli 2026, Tiga Berlian meluncurkan New Xforce. Berita besarnya tentu kehadiran versi hybrid, yakni Xforce HEV. Namun, peluncuran tersebut juga diikuti penyegaran pada versi non-hybrid.
New Xforce, The Redemption
Mengutip data di situs resmi Mitsubishi, saat ini Xforce Exceed dibanderol Rp388 juta, sedangkan Ultimate Rp399 juta.
Jika dibandingkan dengan model awalnya, harga Exceed memang naik, tetapi perbedaannya sangat tipis. Sementara harga Ultimate justru lebih rendah dan kini dibekali berbagai fitur tambahan, mulai dari ADAS hingga atap panoramic.
Di sini terlihat Mitsubishi melakukan sebuah redemption, atau semacam penebusan terhadap kekurangan Xforce sebelumnya.
Sebuah langkah yang cukup gentleman dari pabrikan yang kini berada di jajaran lima besar penjualan mobil di Indonesia.
Bukan hanya soal harga, paket yang ditawarkan juga mengalami pembenahan. Salah satunya melalui re-engineering pada bagian suspensi.
Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar, bahkan pernah mengatakan bahwa refinement pada suspensi menjadi salah satu perubahan yang paling signifikan.
“Hasilnya cukup signifikan dan ini adalah hasil yang paling signifikan dalam karier saya sebagai brand ambassador Mitsubishi selama 15 tahun ini,” ungkapnya kepada Otodriver beberapa waktu lalu.
Mitsubishi juga menjelaskan penyempurnaan tersebut melalui situs resminya. Kami pun sudah mencoba model anyar ini dan karakter Xforce lama yang cenderung kaku sudah terkikis.

Xforce HEV, Bintang Baru
Kehadiran New Xforce membawa tugas yang tidak ringan. Selain memperbaiki citra produk, Mitsubishi juga harus memperkenalkan teknologi baru melalui Xforce HEV.
Menariknya, Xforce HEV sudah membawa seluruh fitur yang tersedia pada Xforce Ultimate. Bahkan ada sejumlah fitur tambahan yang hadir bersamaan dengan mesin baru dan perangkat elektrifikasinya.
Xforce HEV mengandalkan mesin bensin 4A92 1.6 MIVEC dengan siklus Atkinson yang dipadukan dengan sistem hybrid generasi kedua.
Sistem tersebut menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh. Pada sistem hybrid generasi kedua ini, Xforce dibekali transmisi khusus 2-speed transaxle yang mengatur mode Parallel Low dan Parallel High secara otomatis.
Dengan dua rasio tersebut, Xforce HEV memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan mode EV pada kecepatan yang lebih tinggi.
Rifat bahkan menyebut pada kecepatan 120 km/jam Xforce HEV masih memungkinkan untuk menggunakan EV mode.
Dua rasio tersebut juga membuat Xforce HEV tetap memiliki respons torsi yang kuat untuk kondisi stop and go dan kecepatan rendah, sekaligus menjaga efisiensi ketika melaju di kecepatan tinggi.
Dari sisi fitur, Xforce HEV juga lebih lengkap dengan tujuh mode berkendara.
Jika Xforce sebelumnya dikenal dengan mode Normal, Wet, Gravel dan Mud, pada versi HEV Mitsubishi menambahkan EV, Charge dan Tarmac.
Dalam pengetesan internal Mitsubishi, Xforce HEV mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km dengan 42 liter bensin. Bahkan menurut Rifat, mobil ini masih bisa melanjutkan perjalanan hingga 1.172 km.
Pembuka Kotak Pandora
Mitsubishi Xforce HEV memang bukan model Mitsubishi pertama yang menggunakan teknologi elektrifikasi. Namun, Xforce HEV menjadi mobil elektrifikasi Mitsubishi pertama yang dirakit di Indonesia.
Di sinilah kehadirannya menjadi lebih penting.
Pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Tiga Berlian Sales (MMKSI) mengatakan bahwa mereka membuka peluang dan tengah mengkaji kehadiran model elektrifikasi atau varian hybrid lainnya yang juga dirakit di Indonesia.
Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menyatakan bahwa setelah Xforce HEV, perusahaan terus menyiapkan dan mengkaji penambahan model elektrifikasi lain berdasarkan respons serta kebutuhan pasar domestik.

Model yang kemudian disebut-sebut berpotensi menjadi langkah berikutnya adalah Xpander HEV.
Walau demikian, MMKSI belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Namun, sumber Otodriver membisikkan informasi bahwa Xpander generasi kedua alias Xpander MK II baru akan hadir pada 2028 mendatang.
Jika informasi tersebut benar, Xforce HEV bisa jadi bukan sekadar produk baru bagi Mitsubishi.
Ia adalah pembuka pintu.
Dan dari pintu inilah, era elektrifikasi lokal Sang Tiga Berlian berpotensi mulai berkembang lebih jauh. (SS)











