OTODRIVER - Menurut Country Director iCar Indonesia, Mark Yang, saat ditemui di Beijing, China, V27 REEV (Range Extender Electric Vehicle) bakal segera masuk Indonesia.
“Kita akan bawa dan jual di Indonesia pada GIIAS 2026 mendatang,” jelas Mark. Ini artinya, SUV sepupu Chery ini menambah tipe, selain V23 yang diperkenalkan pada IIMS 2026 lalu.
Kebetulan saat berada di Tiongkok, tepatnya di kota Wuhu, Anhui, China (+/- 1090 km dari Beijing), Otodriver mendapat kesempatan menguji langsung V27 REEV.
Menariknya kami memiliki kesempatan dua jenis tes jalan. Yakni, mengemudi di dalam kota Wuhu sejauh 160 km dan mencoba mini track off road di camping site Tujia, kurang lebih 30 menit dari pusat kota Wuhu.
Nah, seperti apa impresi kami?

Desain
Secara bentuk, iCAR V27 REEV adalah mid-SUV yang didesain kokoh, boxy dan terkesan mampu melibas segala medan plus menjelajah jauh (1.200 km).
Namun walau gagah, wajahnya terkesan jauh lebih modern dibanding saudaranya, V23, yang menganut aliran retro.
Dimensinya memiliki panjang total 5.055 mm, lebar 1.976 mm, tinggi 1.894 mm dan jarak antarroda (wheelbase) 2.910 mm.
Dengan angka-angka ini, membuat V27 REEV saat dikemudikan, jauh lebih anteng. Artinya, body roll dibanding saat menguji V23, jauh berkurang.
Menariknya lagi, disediakan towing hook yang mampu menahan beban hingga 1.600 kg. Ini memungkinan pemiliknya bisa menarik trailer di buritan.

Impresi
Kesan kami ketika mengemudi di jalanan kota Wuhu dan sekitarnya, cukup menarik. Impresi pertama begitu di belakang kemudi adalah, gabungan, antara rasa jip, SUV modern dan sedikit sedan.
Poin terakhir bisa jadi lantaran balutan interior dan desain jok yang sangat ergonomis, cukup rendah dan lumayan kekinian.
Sedangkan dari POV pengemudi pandangan ke depan bisa dibilang minim blind spot. Sangat beda pada V23 yang memilik kesan jip cukup kental.
Ketika mobil bergerak menuju jalan raya dengan kecepatan normal, interior terasa kedap. Suara dari luar dan noise dari ban cukup bisa diredam.
Tapi hal ini perlu diuji lagi jika datang ke Indonesia. Mengingat kota Wuhu tidak seberisik rata-rata lingkungan di Indonesia.
Ditambah, bisa jadi karena jalan di sana nyaris tidak ada tambalan jalan yang lebih tinggi dari aspal sebelumnya plus nggak ada lubang jahanam. Sehingga mengemudi mobil ini jauh terasa lebih smooth.
Walau kami mencoba hanya berjarak 160 km, V27 REEV ini sebenarnya mampu menggelinding hingga 1.200 km (CLTC). Hal ini dikarenakan, bagian bonetnya dijejali mesin bensin 1500 cc yang berguna sebagai generator untuk mengisi baterai tipe LFP berkapasitas 34.3 kWh yang juga bisa dicharge (PHEV).
Kemampuan jelajah jauh ini juga dibantu tangki bensin yang mampu menampung hingga 60 liter bahan bakar.
Sedangkan jika hanya menggunakan baterai, mampu bergerak sampai 200 km hingga 210 km. Jadi, selama di dalam tangki masih ada bahan bakar, rasa range anxiety yang ada pada EV bisa pupus seketika.
Tenaganya boleh dibilang perkasa namun cukup halus. Artinya hentakan torsi besarnya, saat pedal ditekan penuh secara mendadak, tidak membuat pengemudi maupun penumpang terkejut.
Powernya naik secara spontan namun gradually. Kebetulan yang kami coba tipe all wheel drive (dual-motor) yang mampu menyemburkan tenaga 449–455 hp (335 kW) dengan torsi maksimum 505 Nm. Kombinasi ini mampu membuat V27 REEV melesat 0-100 km/jam tercatat hanya 5,5 detik saja.
Dengan data ini, kami bisa bilang mobil berdesain kotak ini sangat kencang. Bayangkan jika desainnya lancip layaknya mobil sport. Dijamin catatan waktunya bisa lebih kecil.
Untuk feeling mengemudi, kami cukup cepat beradaptasi, walaupun setir kiri (left hand drive). Ini menjadi satu sinyal bahwa V27 REEV ini didesain untuk every body can drive. Yah ini sih, istilah kami. Artinya, berapa pun ukuran tinggi Anda, pasti dengan cepat menyesuaikan.
Walaupun ada catatan kecil, yakni foot step agak mengganggu dan saat keluar mobil kerap membuat celana kami kotor. Ini akibat muncratan kotoran ban yang nyangkut di pijakan kaki tersebut.

Off-Road Experience
Saat kami coba melintas mini track off-road di Tujia Camping Site, dengan jenis trek yang disediakan kemampuannya sangat baik. Semua bisa dilahap dengan mudah. Bahkan kami berseloroh, bahwa siapapun bisa off-road dengan mobil ini.
Bayangkan, tanpa mengubah mode berkendara, V27 REEV otomatis mengubah sistem all wheel drivenya sesuai permukaan yang dilewati. Padahal ada 8 jenis driving mode yang bisa dipilih manual. Inilah kenapa mereka juga menyebut sistem AWD-nya dengan istilah iWD (Intelligence Four Wheel Drive).
Saat melibas obstacle lain, kemampuan mobil sesuai tampangnya. Tangguh dan seperti tidak ada hambatan.
Ini juga dampak dari ground clearance 224 mm yang cukup jauh dari permukaan dan bisa melewati genangan setinggi 600 mm.
Ditunjang approach dan departure angle 24,5 derajat. Ini berfungsi saat akan melewati gundukan terjal atau ketika menuruni jalan cukup curam.
Menariknya lagi, sudut belok bisa maksimal karena tersedianya sistem tank turn yang sangat berfungsi ketika belokan makin menyudut.
Bagi penggemar lite off-road, overland atau menjelajah jauh, SUV ini sangat cocok. Karakter mengemudinya pun seperti mengemudi jip masa lalu hanya dibalut jauh modern.
Sayangnya soal harga, baik AWD maupun RWD, Otodriver belum dibisikkan. “Masih kami godok di internal,” tutup Mark. (SR)










