OTODRIVER – Beredar video kebakaran yang menimpa pabrik BYD di Subang yang beredar di sosial media, Rabu (03/06/2026). Pihak BYD Indonesia pun buka suara tentang hal tersebut.
Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan bahwa pihaknya membenarkan adanya insiden tersebut.
“Salah satu bangunan yang saat ini masih dalam tahap konstruksi. Insiden tersebut berupa kebakaran kecil yang terjadi pada bagian atap bangunan dan menyebabkan munculnya asap. Situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak terdapat korban jiwa ataupun terluka,” jelasnya saat dihubungi Otodriver beberapa waktu lalu.
Luther mengatakan bahwa insiden tersebut masih dalam proses investigasi.
“Proses investigasi masih berlanjut, kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut pada tahap ini,” sambungnya.

Pabrik BYD yang berada di kawasan Cipendey ini dikatakan sudah masuk dalam tahap finalisasi. Fasilitas diproyeksikan bakal memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.
Dalam kesempatan berbeda, Luther pernah membeberkan bahwa pabrik dengan investasi Rp 11,2 triliun hingga Rp 16 triliun yang berada di Subang Smartcity itu pada tahap awal akan memproduksi mobil-mobil yang cukup laris di Indonesia seperti Atto 1 dan M6. (SS)









