OTODRIVER – Mitsubishi Xpander Hybrid melantai terlebih dulu pada Februari 2024 silam di Thailand. Ia pun menjadi mobil hybrid pertama Tiga Berlian yang dibuat di ASEAN. Kemudian pada Maret 2025, Xforce Hybrid pun menyusul hadir dan juga untuk pertama kalinya debut di negeri Gajah Putih.
Kendati menggunakan mesin yang sama yakni 4A92 yang bersiklus Atkinson, namun jeda waktu peluncuran yang hanya berselang setahun lebih sedikit, menyodorkan sesuatu yang berbeda. Mitsubishi Xforce Hybrid ternyata tidak menyadur habis-habisan untuk sistem hybridnya.

Sistem Hybrid Lebih Baru
General Manager of Product Strategy Division, Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Adam Rahman, menjelaskan bahwa walau ada persamaan, namun ada perbedaan antar keduanya. “Xforce memiliki performa dan efisiensi yang lebih baik, dibandingkan dengan sebelumnya (Xpander Hybrid). Xforce mengadopsi sistem hybrid generasi yang lebih baru dan dilengkapi dengan transaxle dua speed,” terang Adam saat ditemui Otodriver beberapa waktu lalu di bilangan Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Brand Ambasador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar pun ikut ambil suara. “Beda dengan Xpander yang masih menggunakan sistem lama dengan transaxle single speed. Dengan transaxle dual speed menyebabkan mobil ini bisa digunakan EV mode dalam kecepatan yang cukup tinggi karena punya dua percepatan,” terang pereli nasional ini.
“Di sinilah efisiensi dapat ditingkatkan, seperti kita ketahui bahwa mode EV akan sangat boros jika digunakan pada kecepatan tinggi, namun jika ada rasio percepatan yang lebih rendah maka mode EV akan lebih efisien dan dapat diajak kecepatan lebih tinggi,” sambung Rifat.

Spesifikasi Xforce
Mitsubishi Xforce HEV masih menggunakan platform yang sama dengan versi bensinnya, namun masalah mesin ia menggunakan mesin siklus Atkinson dengan kapasitas 1.600 cc yang dipadu dengan motor listrik dengan kekuatan 114 hp dan torsi 255 Nm. Sedangkan untuk baterainya menggunakan type lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh.
Pihak Mitsubishi pun memberikan garansi 10 tahun untuk baterainya. Artinya garansi yang diberikan lebih panjang dari umumnya di angka 8 tahun. (SS)











