Jetour T2 i-DM Disambut Positif, Dominasi Penjualan di GIIAS 2026

Model plug-in hybrid (PHEV) tersebut menyumbang sekitar 60-70 persen dari total penjualan T2 selama pameran berlangsung.
Penulis: Ilham Pratama
Sabtu, 8 Agustus 2026 16:30 WIB
Berita - Jetour T2 i-DM Disambut Positif, Dominasi Penjualan di GIIAS 2026

Jetour T2 (Foto : Otodriver/Ilham Pratama)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Jetour T2 i-DM mendapat respons positif dari konsumen Indonesia sejak diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. 

Model plug-in hybrid (PHEV) tersebut menyumbang sekitar 60-70 persen dari total penjualan T2 selama pameran berlangsung.

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan angka tersebut masih dalam proses rekapitulasi. Namun, berdasarkan data sementara, varian T2 i-DM menjadi kontributor terbesar penjualan T2 di GIIAS 2026.

“Masih kita rekap, tapi antusiasme sangat tinggi terutama untuk T2 i-DM. Data terakhir sekitar 60-70 persen yang menjadi kontributor penjualan di GIIAS,” ujar Ranggy.

Menurutnya, tingginya minat terhadap teknologi i-DM juga terlihat dari penjualan model Jetour lainnya. Pada Jetour T1, misalnya, varian i-DM menyumbang sekitar 60 persen dari total penjualan sejak diluncurkan bersamaan dengan versi mesin bensin.

Jetour menilai karakter teknologi i-DM menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian konsumen. Pada T2 i-DM, sistem tersebut menggabungkan mesin bensin 1.400 cc turbo yang dirancang khusus untuk sistem hybrid, baterai berkapasitas 8,4 kWh, serta tiga dedicated hybrid transmission (DHT).

Foto - Jetour T2 i-DM Disambut Positif, Dominasi Penjualan di GIIAS 2026
Jetour T1 i-DM (Foto : Otodriver/Ilham Pratama)

Baterai tersebut memungkinkan T2 i-DM melaju dalam mode listrik penuh hingga sekitar 90 kilometer. Sementara sistem DHT bekerja secara otomatis menyesuaikan kondisi berkendara, kecepatan, kebutuhan tenaga, serta kontur jalan tanpa memerlukan pengaturan manual dari pengemudi.

“Kalau kita bicara T2 i-DM, fitur yang paling menjadi unggulan adalah sistem i-DM-nya sendiri. Ada mesin bensin yang memang dedicated hybrid engine, baterai, dan dedicated hybrid transmission yang semuanya bekerja secara terintegrasi,” jelas Ranggy.

Berbeda dengan T1 i-DM yang menggunakan satu motor listrik, T2 i-DM dibekali dua motor listrik. Konfigurasi tersebut membuat T2 i-DM mengombinasikan efisiensi dengan performa, termasuk ketika motor listrik bekerja bersama mesin bensin.

Dari sisi penjualan nasional, Jetour belum merilis angka final T2 i-DM karena model tersebut baru diluncurkan dan proses distribusi ke jaringan dealer masih berlangsung. Namun, Jetour menyebut T2 secara keseluruhan telah mencatat penjualan lebih dari 1.000 unit di Indonesia untuk versi mesin bensin.

Untuk T2 i-DM, Jetour memastikan unit sudah diproduksi sehingga konsumen tidak perlu menunggu skema pre-booking. Pembelian dapat dilakukan langsung melalui dealer maupun selama GIIAS 2026.

Foto - Jetour T2 i-DM Disambut Positif, Dominasi Penjualan di GIIAS 2026
Jetour T2 (Foto : Otodriver/Ilham Pratama)

“Unit kita sudah produksi, jadi kita juga bukan pre-booking. Konsumen sudah langsung beli, bisa di GIIAS ataupun di dealer di berbagai kota,” kata Ranggy.

Mengenai waktu pengiriman, Jetour memperkirakan konsumen di Jakarta dapat menerima unit sekitar dua hingga tiga minggu, tergantung ketersediaan stok. Sementara untuk konsumen di luar kota, proses pengiriman diperkirakan membutuhkan tambahan waktu sekitar satu hingga dua minggu.

Di sisi lain, Jetour juga terus memperluas jaringan penjualannya di Indonesia. Hingga Agustus 2026, Jetour telah memiliki 24 dealer yang sudah beroperasi, termasuk tujuh outlet di wilayah Jabodetabek.

Jaringan tersebut juga telah menjangkau sejumlah kota di luar Pulau Jawa, seperti Batam, Tanjung Pinang, Banjarmasin, dan Pontianak.

Jetour menargetkan jumlah dealer yang beroperasi di Indonesia dapat mencapai 40 outlet hingga akhir 2026.

Ranggy mengatakan strategi ekspansi dealer Jetour turut ditunjang oleh keberadaan model bermesin bensin. Dengan demikian, pembukaan outlet tidak menghadapi kebutuhan infrastruktur khusus seperti fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.

“Target kita sampai akhir tahun ada 40 dealer. Strategi pembukaan dealer memang kita mulai dengan mesin bensin, jadi ketika membuka dealer tidak ada concern infrastruktur dan lain-lain,” tuturnya.

Menurut Ranggy, ekspansi tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses produk dan layanan Jetour kepada konsumen di berbagai daerah, terutama wilayah yang mulai menunjukkan permintaan.

Sementara untuk profil konsumen T2 i-DM, Jetour melihat terdapat dua kelompok utama. Pertama, konsumen profesional di perkotaan, terutama level manajerial, yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas harian dan perjalanan ke kantor, tetapi tetap membutuhkan kemampuan kendaraan untuk perjalanan lebih jauh pada akhir pekan.

Kelompok kedua adalah konsumen yang memang membutuhkan kendaraan dengan karakter lebih tangguh untuk menunjang aktivitas dan medan berkendara yang lebih ekstrem. (IP) 

#jetour #giias-2026

Ilham Pratama

Reporter

Penggemar dunia otomotif yang mulai meliput sejak 2010. Hobi membaca, traveling dan bersepeda. Pengguna Kawasaki Athlete...

Bagikan ke:
Jangan lewatkan

Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.