OTODRIVER – Di IIMS 2026 kemarin, Suzuki secara resmi menjual mobil listrik pertamanya untuk pasar Indonesia. Mobil tersebut ialah e Vitara yang langsung dibanderol Rp 755 juta di pameran.
Dengan harga jual segitu, banyak pihak menilai banderolnya kemahalan, melihat banyaknya brand China yang menjual mobil listrik kini dengan harga yang jauh terjangkau meski memiliki spesifikasi yang mentereng.
Hingga berita ini diturunkan, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) masih menetapkan harga on the road (OTR) DKI Jakarta sebesar Rp755 juta untuk varian single tone dan Rp758 juta untuk two tone.
Deputy of Sales and Marketing Managing Director SIS, Dony Ismi Saputra, menjelaskan di hadapan media nasional di IIMS. “arga tersebut mencerminkan dua hal utama, yakni eksklusivitas dan kapabilitas. e Vitara bukan sekadar produk baru, tetapi bagian penting dari sejarah Suzuki karena menjadi langkah awal strategi multi-pathway menuju elektrifikasi,” jelasnya.
“Ketika konsumen membeli e Vitara, mereka juga mendapatkan kepingan sejarah Suzuki,” tambah Dony.

Selain faktor eksklusivitas, Suzuki juga menekankan reputasi panjangnya sebagai produsen SUV global.
Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di Indonesia, perusahaan mengeklaim memiliki kredibilitas kuat yang menjadi nilai tambah produk tersebut.
Melihat spesifikasinya, mengusung platform khusus kendaraan listrik HEARTECT-e. Strukturnya memungkinkan distribusi bobot lebih optimal, efisiensi aerodinamika lebih baik, serta kabin lebih lega.
Untuk baterainya, menggunakan Lithium Iron-Phosphate (LFP) 61 kWh dengan motor listrik 128 kW dan torsi 193 Nm melalui sistem eAxle penggerak roda depan.
Pengisian cepat DC juga didukung, dengan waktu pengisian 15–80 persen sekitar 50 menit.

Dengan kombinasi sejarah, teknologi, dan positioning eksklusif, Suzuki percaya harga Rp700 jutaan masih relevan di tengah gempuran mobil listrik asal China yang lebih terjangkau. (AB)
#suzuki #e-vitara #mobil-listrik-suzuki #harga-e-vitara #spesifikasi-e-vitara #fitur-e-vitara










