OTODRIVER - Persaingan di segmen elektrifikasi PHEV di tanah air sepertinya akan semakin marak. PT Sokonindo Automobile memperlihatkan sosok SUV ini tanpa balutan kamuflase.
Sebelumnya mobil ini sempat tertangkap lensa di sebuah ruas jalan di Indonesia dalam kondisi tertutup stiker kamuflase.
Dengan tampilan ‘polos’ tersebut, maka beberapa detail mobil ini terlihat jelas mulai dari fascia depan, garis bodi samping hingga bagian belakangnya.
Sampai saat ini pihak DFSK belum mengumumkan apapun mengenai identitas ataupun spesifikasi mobil tersebut.
Namun mereka menjelaskan bahwa saat ini mobil itu tenhah menjalani serangkaian pengujian di berbagai kondisi jalan dan berbagai proses validasi sebelum resmi diperkenalkan secara resmi ke hadapan publik.

Dalam keterangannya, Chief Operating Officer (COO) PT Sokonindo Automobile, Franz Wang mengatakan bahwa pihaknya tengah memastikan kesiapan kendaraan pada berbagai kondisi penggunaan di Indonesia.
“Kami tengah memastikan bahwa setiap model yang dipersiapkan telah melalui proses pengembangan dan pengujian yang komprehensif agar sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, termasuk untuk perjalanan jauh dan performanya dalam menghadapi jalanan terjal,” ujar Franz.
Walau sudah terkuak wujudnya, namun Franz menambahkan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memberikan mengenai produk tersebut.
Saat dihubungi Otodriver, pihak DFSK Indonesia belum bersedia memberikan waktu peluncuran produknya.

Punya Hubungan Dengan DFSK Glory 580
Dari beberapa penelusuran, diketahui bahwa model ini adalah DFSK Seres E5 Plus atau dikenal juga sebagai Seres Landian E5 Plus.
Pada dasarnya mobil ini merupakan versi PHEV dari generasi II Fengon 580. Angka 580 ini adalah sesuatu yang menghubungkannya dengan produk SUV DFSK sebelumnya yakni DFSK Glory 580.
Mengutip dari carnewschina.com, Landian E5 merupakan SUV yang mengkaryakan mesin bensin 1.500cc normally aspirated berdaya 70 kW (sekitar 93,8 hp) yang dikombinasikan dengan motor listrik berkekuatan 160 kW (sekitar 214,5 hp). Kinerja keduanya disalurkan ke roda depan melalui transmisi DHT (Dedicated Hybrid Transmission).
Sedangkan kapasitas baterainya adalah 18,4 kWh dan mampu membawanya berjalan dalam mode elektrik murni sejauh 67 km (WLTP) atau 100 km (NEDC).
Mungkin kehadirannya di Indonesia kelak merupakan kelanjutan dari eksistensi Glory 580. (SS)













