Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Musim Hujan Waspada Aquaplaning, ‘Pembunuh Bisu’ Di Jalanan

Langkah preventifnya menurunkan kecepatan
Tips
Jumat, 2 Februari 2024 09:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER- Awal pekan ini (29/1), seperti dilansir Antara, sebuah Toyota Fortuner yang ditumpangi Ketua Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Abdullah Syamsul Arifin mengalami kecelakaan di wilayah Tol Ngawi-Solo, wilayah Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Dian Ambarwati mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara, kendaraan Toyota Fortuner bernomor polisi P-1672-HO yang ditumpangi ulama yang akrab disapa Gus Aab itu mengalami selip kemudian menghantam "guard rail" di sisi kiri jalan hingga terperosok di parit KM 549B.

"Saat kejadian, kondisi sedang hujan. Karena kurang hati-hati, Toyota Fortuner mengalami selip, sehingga oleng ke kiri, menabrak guard rail dan terpental masuk ke parit," ujar Iptu Dian.  Dan pihak Kepolisian menduga mobil Gus Aab mengalami "aquaplaning". Dalam insiden yang terjadi pada dini hari tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Dalam kondisi di mana curah hujan semakin tinggi intensitasnya, gejala aquaplaning boleh disebut sebagai ‘pembunuh bisu’ yang mengintai di jalanan. Tidak hanya sebatas di jalan bebas hambatan, di jalan arteri juga sangat dimungkinkan munculnya genangan air yang berpotensi  menyebabkan kecelakaan.

BACA JUGA

Kondisi ini secara prinsip adalah kondisi saat ban mobil yang kehilangan penapakan  atau traksi pada permukaan jalan saat melintasi genangan air hujan di permukaan jalan.

Terkadang, genangan air hujan yang sekilas tidak terlalu tinggi nyata sudah bisa menyebabkan aquaplaning. Karena permukaan ban mobil seharusnya harus selalu bisa menapaki permukaan jalan karena adanya bobot mobil. Tetapi begitu melintasi genangan air maka bagian kolong yang dialiri oleh angin saat bergerak maju akan bereaksi terangkat saat ban tidak menapak di permukaan jalan.

Ibarat pesawat terbang, angin yang mengalir di kolong mobil itu akan menimbulkan daya angkat seiring bertambahnya kecepatan kendaraan.

“Laju kendaraan atau kecepatan saat hujan maupun tidak, sering sering diabaikan penyelidikan pasca terjadinya kecelakaan," buka Catur Wibowo dari DSTC Defensive & Safety Driving Consulting saat dihubungi langsung (1/2).

Menurut penggiat offroad dan kegiatan outdoor itu, dampak dari ‘speeding’ terlalu banyak. Saat permukaan jalan kering, misalnya, berpotensi besar menimbullan gejala over ataupun under steer saat berbelok, bisa juga gagal mengendalikan laju kendaraan, berkurangnya luas daya pandang, dan yang sring terjadi adalah selip karena bobot mobil jadi minimum, ataupun gagal antisipasi pengereman akibat bertambahnya jarak pengereman.

Persepsi yang sangat berbahaya pula jika ada asumsi bahwa genangan air bisa tersingkir saat dilintasi ban. Karena air memiliki nilai viskositas alias kekentalan, membutuhkan waktu untuk mengalir atau berpindah tempat sekalipun mendapatkan tekanan dari bobot mobil yang sedang melaju.

Perlu diyakini bahwa ketika ban melindas genangan air maka akan ada sisa air yang tidak sempat dipindahkan oleh alur yang dibentuk oleh telapak ban. Genangan itu sebenarnya masih ada di bawah telapak ban membentuk lapisan air meskipun tipis.

Namun biarpun tipis justru kondisi itu cukup untuk menahan telapak ban mobil untuk tidak menyentuh permukaan jalan dengan baik. Itulah saat di mana ban mobil akan terangkat sehingga kehilangan traksi, meskipun hanya terjadi kurang dari satu detik.

“Tidak bisa tidak, antisipasi aquaplaning adalah menurunkan kecepatan kendaraan saat melintasi jalur basah atau sedang turun hujan. Ini supaya kendaraan mendapatkan bobot ideal atau maksimumnya agar mobil, misalnya, tidak mudah terangkat tekanan genangan air tadi. Ingat, dengan adanya bobot ideal, maka roda akan berpeluang besar mendapat traksi di aspal atau jalan,” urai pria yang akrab juga dipanggil Ninot itu.

Menurunkan kecepatan saat di jalan basah ataupun ketika turun hujan sebenarnya akan merperbesar peluang untuk antisipasi maupun koreksi jika ada yang tidak normal dengan gerakan kendaraan. Paling tidak bisa tersedia kesempatan yang cukup untuk menghindari genangan air.

“Upaya antispatif itu sebenarnya untuk keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Terlebih saat melintasi jalan tol, perlu terus disadari soal “membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang sudah biasa”. Misalnya soal batas kecepatan yang aman di segala cuaca,” pungkasnya. (EW)


Tags Terkait :
Hujan Aquaplaning Kecelakaan Safetydriving
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Tips
Musim Hujan Waspada Aquaplaning, ‘Pembunuh Bisu’ Di Jalanan

Langkah preventifnya menurunkan kecepatan

2 tahun yang lalu


Tips
Patuhi 10 Langkah Ini, Maka Anda Akan Aman Mengemudi Dalam Kondisi Hujan

Ada beberapa tips yang perlu diketahui agar tetap aman dan nyaman saat mengemudi dalam kondisi hujan.

1 tahun yang lalu


Tips
Waspadai Selalu Aquaplaning, Bisa Muncul Di Mana Saja

Namun sebenarnya bisa dicegah dengan menurunkan kecepatan saat turun hujan

1 tahun yang lalu


Tips
Awali Perjalanan Mudik Dengan Cek Kondisi Tapak Ban

Untuk memastikan daya cengkeram ban bisa maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada ban.

1 tahun yang lalu


Tips
Pastikan Rem Anda Prima Saat Musim Hujan, Ini Yang Perlu Diperhatikan

Rem memiliki peran penting pada sebuah kendaraan. Saat kondisi hujan di jalan, tentu peran rem akan lebih penting dua kali lipat dari biasanya. Ketahui apa saja yang perlu diperhatikan.

4 tahun yang lalu


Tips
Empat Hal Ini Dapat Dilakukan Untuk Menghindari Terjadinya Hydroplanning

Musim hujan resiko berkendara lebih besar

4 tahun yang lalu


Tips
Tips Mencegah dan Mengatasi Ban Selip Saat Berkendara di Kondisi Hujan Lebat

Sering kali ban selip berujung celaka ketika mengemudi. Apa saja yang dapat mencegah hal tersebut terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya jika kejadian tesebut terjadi? Berikut penjelasannya

4 tahun yang lalu


Berita
Hadapi Musim Hujan, Auto2000 Diskon Paket Penggantian Ban dan Wiper

Jika Anda pemilik Toyota yang ingin mempersiapkan kondisi mobil menghadapi musim hujan, cek promo November Rain.

5 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Suzuki Grand Vitara, SUV Mild Hybrid Dengan Rasa Berkendara Solid

Suzuki Grand Vitara memang bukan pemain baru di segmen SUV medium.

21 menit yang lalu


Berita
Maxus Mifa 9 Lombardi Edition Makin Mewah, Partisi Baru Bikin Kabin Lebih Lapang dan Eksklusif

Di ajang GIIAS 2026, Maxus Mifa 9 Lombardi Edition diperkenalkan dengan sejumlah penyempurnaan yang membuat MPV listrik premium ini terasa semakin eksklusif.

1 jam yang lalu


Berita
Chery Tiggo V Diperkenalkan di Indonesia, Mobil Yang BIsa Jadi MPV Hingga Double Cabin

Chery Tiggo V resmi diperkenalkan dalam wujud prototipe di ajang GIIAS 2026.

2 jam yang lalu


Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

13 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

13 jam yang lalu