Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

3 Hal ini Sebabkan Oli Transmisi Matic Harus Diganti Lebih Cepat

Ganti oli ATF Anda beberapa ribu kilometer lebih awal.
Tips
Minggu, 6 Oktober 2019 14:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Transmisi matic konvensional atau yang disebut sebagai power shift transmission tak berlebihan jika disebut sebagai yang paling populer. Jenis transmisi satu ini banyak digunakan secara luas pada berbagai jenis mobil mulai mobil pribadi hingga transportasi umum seperti bis.

Oli transmisi matik atau Automatic Transmission Fluid (ATF) menjadi jantung utama bagi jenis transmisi ini. Melalui oli transmisi inilah girboks matik mampu bekerja menyalurkan daya mesin sehingga mampu menggerakkan kendaraan. Sehingga harus diganti secara rutin agar transmisi tetap bekerja secara optimal.

“Karena umur pakai, maka oli transmissi matik harus diganti secara rutin. Ada hitungan untuk melakukan penggantian oli tersebut,” jelas Shofwatuzzaki, Shell B2C Lubricants Technical Manager Indonesia, beberapa waktu silam.

Umumnya, pabrikan telah memberikan batas waktu penggantian rutin berdasarkan jarak tempuh. Angkanya bervariasi, bahkan ada yang menyarankan untuk mengganti hingga jarak 100 ribu kilometer. “Angka yang dideklare oleh pabrikan mobil ini itu merupakan hitungan ideal yang dikeluarkan oleh pabrikan mobil, sedangkan pada prakteknya terkadang tidak demikian,” sambungnya. “Sebaiknya jika berada di daerah kemacetan, ganti ATF sebelum di angka yang diajurkan, semisal 5 ribu kilometer lebih awal dari jadwal semestinya,” sambungnya. "Ganti oli lebih awal lebih baik daripada terlambat," tutupnya.

Menurut Zaki ada beberapa hal lain yang menyebabkan umur ATF jadi lebih pendek.

1. Kondisi jalanan / kontur jalanan. Semakin banyak naik-turun maka transmisi semakin bekerja dengan keras sehingga berpengaruh pada kualitas oli transmisi.

2. Kemacetan merupakan kondisi yang memangkas secara signifikan usia pakai ATF. Walau tidak produktif dalam menghasilkan tambahan jarak tempuh, namun tetap saja terdapat perputaran pada unit torque converter di transmisi matik

3. Kebiasaan mengemudi yang salah menjadi alasan jarak tempuhnya terpangkas. Menahan gigi pada posisi D saat macet akan memperpendek usia ATF sekaligus usia pakai pelat kopling.


Tags Terkait :
Oli ATF Transmisi Teknik Tips
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Tips
3 Hal ini Sebabkan Oli Transmisi Matic Harus Diganti Lebih Cepat

Ganti oli ATF Anda beberapa ribu kilometer lebih awal.

6 tahun yang lalu


Tips
6 Cara Cek Oli Transmisi Matic Secara Akurat

Cara ini dianggap paling akurat namun sederhana untuk dilakukan.

6 tahun yang lalu


Tips
6 Langkah Cek Kondisi Oli Matic Secara Akurat

Ketinggian volume oli normal berada antara posisi minimal dan maksimal pada petunjuk hot.

6 tahun yang lalu

Tips
Perbedaan Mendasar Cara Kerja Transmisi Otomatik Konvensional vs CVT

Transmisi otomatik konvensional dan CVT sering ditemui di di mobil mobil modern dan tentunya memiliki kinerja yang berbeda.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

9 jam yang lalu


Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

11 jam yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

15 jam yang lalu


VIDEO: MG S5 EV (ASEAN NCAP)

MG S5 EV telah menjalani crash test.

Crash Test | 17 jam yang lalu


Berita
BYD Bakal Buat SPKLU Berdaya 1.500 kW

BYD akan buat fasilitas yang mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere.

18 jam yang lalu