Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

FCEV, Wajah Masa Depan Mobil Listrik Dengan Emisi Air

Mobil ini dianggap mampu menutup celah kekurangan yang ada pada Battery Electric Vehicle
Mobil Listrik
Minggu, 17 Januari 2021 09:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Isu lingkungan menjadi amunisi yang membuat mobil listrik dilirik oleh banyak pabrikan. Salah satu yang diprediksikan akan menjadi oase kedua di masa depan setelah Baterai Electric Vehicle (BEV) adalah Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). 

Mobil ini dianggap mampu memberikan jawaban dari kekurangan besar dari BEV yakni waktu charging yang relatif panjang. Bahkan beberapa menyebutkan bahwa mobil ini merupakan masa depan mobil listrik.

Pada dasarnya, FCEV merupakan kendaraan yang digerakkan oleh motor listrik alias electric driven. Jika pada BEV (Baterry Electric Vehicle) listrik sepenuhnya disimpan pada baterai, maka pada FCEV listrik dihasilkan dari proses kimia di dalam sel bahan bakar (Fuel cell).

Seperti dikutip dari afdc.energy.gov, hidrogen bertekanan yang disimpan di tangki khusus dialirkan dan direaksikan dengan oksigen dalam suatu wadah yang disebut sebagai fuel cell stack. Pada perangkat inilah terjadi proses terjadi reaksi kimia antara ion hidrogen dengan ion oksigen yang menghasilkan listrik, air dan panas.

Panas yang dihasilkan dari reaksi ini berkisar di 80 derajat Celsius, jauh lebih dingin jika dibandingkan dengan jenis motor bakar. Sehingga orang sering menyebutnya sebagai pembakaran dingin.

Listrik yang dihasilkan dari proses kemudian dialirkan ke motor listrik dan untuk baterai sebagai cadangan listrik kendaraan. Selain sebagai penyimpan listrik cadangan, baterai juga berfungsi untuk mensuport daya listrik saat mobil membutuhkan tenaga instans, semisal untuk berakselerasi.

Sumber charging baterai FCEV juga berasal dari system regenerative braking pada proses pengereman ataupun jalan kondisi menurun.

Sebuah FCEV menggunakan hidrogen sebagai bahan untuk membangkitkan daya dan proses pengisian hidrogen membutuhkan waktu yang singkat, kira-kira setara dengan waktu pengisian BBM pada mobil konvensional. Di sinilah keunggulan FCEV dibandingkan dengan BEV.

Namun demikian, FCEV punya beberapa kekurangan yang justru datang dari hidrogen sebagai bahan bakarnya. Tangki hidrogen yang digunakannya harus mampu menahan tekanan hingga 700 bar. Sebagai gambaran perbandingan, sebuah tabung LPG 12kg hanya mampu menahan tekanan hingga 31 bar. Tentunya ini membutuhkan tantangan engineering dan antipasi tersendiri, terlebih jika mobil mengalami impact atau kecelakaan.

Selain itu untuk mendapatkan hidrogen siap pakai dibutuhkan pengolahan yang membutuhkan energi besar dan dilakukan di kawasan pabrik pengolahan. Artinya butuh mobilisasi khusus untuk sampai ke stasiun pengisian. Dalam hal ini dibutuhkan perangkat khusus dan dukungan infrastuktur yang cukup serius.

Dikarenakan rangkaian pengolahan hidrogen dan proses lainnya itu, maka beberapa pihak menilai bahwa tingkat polusi FCEV setara dengan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Walau belum seheboh BEV, namun beberapa produsen mobil dunia sudah menjualnya. Honda dengan Clarity, Toyota dengan Mirai, Hyundai dengan Nexo menjadi sebagian contoh mobil FCEV yang saat ini dijajakan di dunia.


Tags Terkait :
FCEV Hidrogen
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Toyota dan Isuzu Bikin Truk Hidrogen Berbasis Elf

Truk Hidrogen diklaim punya banyak keunggulan dibandingkan truk listrik.

2 minggu yang lalu


Berita
Kata Toyota, PHEV Belum Siap Untuk Pikap

Toyota Hilux PHEV belum siap untuk diterapkan karena tantangan massa, muatan, dan kemampuan menarik beban yang belum memenuhi standar pikap. Toyota lebih mempertimbangkan FCEV pada 2028.

2 minggu yang lalu


Berita
Semua Orang Beralih ke BEV, Ini Kekhawatiran Bos Toyota

Toyota

1 bulan yang lalu


Berita
Bukti Hyundai Fokus Terhadap Kendaraan Hydrogen

Hyundai all-new NEXO hidrogen Eropa ditampilkan Hyundai Motor Group di World Hydrogen Summit Rotterdam sebagai bukti pengembangan kendaraan fuel cell dan ekosistem hidrogen yang terintegrasi.

1 bulan yang lalu


Berita
Toyota Hilux Terbaru Resmi Meluncur, Spek Mirip Fortuner Tapi Punya Opsi EV

Sama seperti model sebelumnya, pikap legendaris ini masih berdiri di atas platform ladder frame International Multi-purpose Vehicle (IMV).

8 bulan yang lalu


Berita
Hyundai Nexo, Mobil Berbahan Bakar Hidrogen Tantang Honda CR-V e:FCEV

Kehadiran mobil ini menandai debut SUV tersebut di Jepang. Produsen mobil ini berencana melepas Nexo ke pasar Negeri Matahari Terbit pada paruh pertama tahun depan.

8 bulan yang lalu


Berita
Sejarah Honda CR-V, Kini Usianya Sudah 30 Tahun

Tahun ini tepat ulangtahun ke 30 untuk Honda CR-V. Agustus 2025 mencatat CR-V laku terjual lebih dari 15 juta unit

9 bulan yang lalu


Berita
Diesel Bakal Punah Dan Bakal Digantikan Hydrogen Menurut Toyota

Harga bahan bakarnya pun semakin tinggi dan diikuti dengan biaya perawatan yang semakin mahal, menjadikan mesin diesel tak lagi kompetitif.

10 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Mobil Misterius Gazoo Racing Ini Hadirkan Spekulasi Kelahiran Kembali Toyota MR2

Spesifikasi Toyota MR2 generasi baru Gazoo Racing masih dirahasiakan. Prototipe mid-engine ini memunculkan spekulasi kehadiran model sport dengan sistem AWD dan mesin 2.0 liter.

12 jam yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

12 jam yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

13 jam yang lalu


Berita
Brand ‘O’ Siap Debut di Indonesia, Diduga Omoda O4 Meluncur 27 Juli 2026

Brand O dari Chery akan debut di Indonesia. Peluncuran Omoda O4 27 Juli 2026 Indonesia dijadwalkan dengan desain futuristis untuk konsumen muda.

14 jam yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

15 jam yang lalu