OTODRIVER - Seperti pabrikan lain asal jepang, Honda juga termasuk yang mengalami kontraksi signifikan.
Salah satu penyebabnya adalah begitu masifnya ekspansi pabrikan asal Tiongkok yang juga menyeruak masuk ke pasar Jepang.
Secara resmi, dikutip dari laman resmi Honda pekan ini (14/5), sang CEO yaitu Toshihiro Mibe mengumumkan setidaknya enam langkah strategis untuk membuat Honda bisa kembali menghadirkan performa bisnis mau inovasi teknologi terbaiknya sampai tahun 2029.
Enam pesan penting itu antara lain, meracik ulang proses pengembangan produk untuk kawasan tertentu yang dianggap strategis bagi Honda.
Selanjutnya, maksimalisasi pengembangan produk sesuai permintaan pasar. Mulai tahun 2027 lebih banyak kendaraan hibrida yang diperkenalan ke pasar.
Setidaknya akan ada 15 model baru yang diperkenalkan secara global sampai tahun fiskal 2029.
Khusus untuk wilayah Amerika bagian Utara diperkenalkan konsep sedan hybrid terbaru serta SUV terkini yang akan berlabel Acura.
Pengembangan mesin hybrid generasi terbaru jadi perhatian penting bagi Honda. Begitu juga dengan pengembangan fitur ADAS generasi termutakhir yang terus dilakukan dan akan muncul seirig kehadiran 15 model terbaru Honda tadi.
Untuk area Jepang, India, dan Tiongkok akan diperluas lagi kemampuan Honda dalam menghadirkan kendaraan listrik dan Kei-Car.
Mulai tahun 2028 dan seterusnya akan dikembangkan model hibrida generasi terbaru dengan fitur ADAS termutakhir.
Produk pertama yang akan mendapatkan sentuhan baru itu adalah Vezel, di Indonesia basisnya sama dengan HR-V. Model tersebut akan dapat dua varian baru; Sprot Line dan Trail Line.
Khusus pasar India, dipersiapkan model baru dengan panjang di bawah empat meter.
Untuk wilayah ini juga segera dibangun perusahaan platform digital bernama Honda Digital Innovation India di tahun ini juga.
Demi mengejar percepatan industri otomotif Tiongkok, akan dilakukan pengembangan produk yang punya daya saing lebih tinggi lagi.
Dihasilkan melalui penggabungan respon pasar yang lebih cepat melalui penggunaan suku cadang standar lokal, inovasi teknologi yang relevan bagi pasar lokal, termasuk rencana berkelanjutan atas kehadiran model New Energy Vehicle yang mengadopsi fitur teknologi yang relevan bagi konsumen Tiongkok.
Akan dilakukan juga upaya kolaboratif yang menggabungkan keunggulan kompetitif antara pusat produksi yang ada India dan Tiongkok.
Termasuk sinergi kegiatan manufaktur dari kedua wilayah tersebut untuk menjadi hub penyebaran produk secara global.
Pihak Honda juga akan melakukan koreksi menyeluruh atas proses pengembangan produk, termasuk percepatannya dalam merilis produk terbaru.
Untuk kendaraan ramah lingkungan akan dilakukan sinergi pengembangan atas kendaraan listrik, hibrida, dan yang berbahan bakar netral karbon lain.
Pengembangan teknologi cerdas di mobil Honda akan lebih ditingkatkan lagi porsinya. Tidak ketinggalan, penelitian dan pengembangan baterai solid-state tetap berjalan. (EW)
