OTODRIVER - Kabar mengenai hadirnya Hongqi di Indonesia sepertinya semakin mendekati kenyataan.
Indomobil Group dikabarkan sudah digandeng sebagai mitra untuk penjualan di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw membenarkan hal tersebut dan belum bersedia menyebutkan detail tanggal kehadirannya di tanah air.
“Mudah-mudahan bisa segera kami umumkan. Dan kami sangat serius ada pada tahap finalisasi dengan pihak terkait. Semoga tahun ini bisa terlaksana,” ujar Tan saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Mengenai Hongqi, brand ini berada di bawah payung FAW Group yang merupakan salah satu pabrikan BUMN Tiongkok dan sekaligus menjadi salah satu pabrikan terbesar di Negeri Panda.
Dari sisi bahasa, Hongqi dapat diartikan sebagai bendera merah yang konon cukup erat mengacu pada simbol-simbol Partai Komunis China.
Didirikan pada tahun 1953, perusahaan ini dikendalikan oleh pemerintah Tiongkok melalui SASAC (State-owned Assets Supervision and Administration Commission). Saat ini FAW Group telah berumur 68 tahun dan jadi pabrik otomotif tertua di Tiongkok.
Hongqi merupakan salah satu bukti tekat dari Tiongkok untuk dapat menghadirkan mobil-mobil mewah sekelas dengan Mercedes-Benz ataupun malah Rolls-Royce.
Salah satu mobil ultra luxury mereka adalah Hongqi Gouli yang pernah dijumpai Otodriver di perhelatan Singapore Motor Show 2026, pada bulan Januari lalu.
Kembali pada Hongqi di Indonesia, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi model apakah yang bakal dihadirkan untuk pasar Indonesia nantinya.
Lika-liku perjalanan Hongqi
Hongqi bukanlah produk pertama dari FAW Group. Debut perdana Hongqi terjadi saat diperkenalkannya CA72 pada 1958 dan mobil yang banyak dikatakan sebagai re-engineering dari Chrysler Imperial 1955 ini langsung digunakan sebagai mobil kenegaraan dan mobil pejabat tinggi Tiongkok saat itu.
Sebagai kebanggaan Tiongkok, tentu saja mobil yang ditenagai oleh mesin Hemi dari Chysler Group ini menjadi mobil yang banyak digunakan untuk membawa tamu negara.
Namun pada waktu selanjutnya, brand ini sempat tertatih-tatih pada tahun 90-an.
Bentuk yang kuno dan teknologi yang ketinggalan jaman disebut-sebut sebagai penyebabnya.
Langkah penyelamatan pun kemudian dilakukan. FAW kemudian menyuntikkan penyegaran dan perombakan agar tampilan Hongqi tak lagi ketinggalan jaman.
FAW mereformasi dengan merekrut mantan desainer Rolls-Royce, Giles Taylor pada 2018 untuk memberikan nuansa baru bagi brand ini.
Sebagai informasi Taylor adalah orang yang terlibat dalam desainer pada Phantom VIII, Dawn hingga Cullinan. (SS)
