OTODRIVER – Selain mendesain beragam fitur maupun desain mobil listrik yang mutakhir, industris otomotif di Tiongkok juga sangat agresif dalam mendesain berbagai komponen penunjang mobil listrik.
Ambil contoh baterai, sejumlah pabrikan sudah mengumumkan rencana baterai jenis solid state. Baterai jenis ini dipacu pengembangannya untuk bisa hasilkan baterai yang paling aman ketika dioperasikan dalam satu paket mobil listrik.
Opsi ion elektrolit yang dimanfaatkan untuk menyimpan energi listrik kali ini bisa berupa jeli atau cairan banyak diyakini lebih tidak mudah terbakar alias punya resistensi yang unggul terhadap suhu panas. Sekaligus bisa dikemas dalam dimensi yang lebih kecil serta ringan untuk bisa menampung daya listrik, tidak seperti baterai jenis lithium yang penyimpan daya listriknya berbentuk materi padat.
Jika daya tampung daya listriknya membesar namun dimensinya bisa mengecil akan berpotensi juga membantu jarak tempuh sebuah mobil listrik lebih panjang lagi.
Selain itu, baterai solid state punya karakter ion yang bisa lebih cepat menyerap arus listrik. Sehingga nantinya bisa dilakukan isi ulang daya atau proses charging lebih cepat.
Changan, salah satu pabrikan yang sudah menegaskan akan memanfaatkan baterai solid state dalam waktu yang tidak terlalu lama. Seperti dikutip dari Car News China, ada satu perushaan rintisan di Tiongkok bernama Tailan New Energy yang diinjeksi dana sampai 57 juta dolar AS atau sekiyar Rp940 miliar untuk bisa berakselerasi dalam pengembangan maupun produksi massal baterai jenis solid state.
Tailan memang unit bisnis start up, namun sudah menggamit 800 paten produk baterai dari mulai desain, sel baterai, sampai proses produksi. Produk yang kini jadi incaran Changan dinamakan Safe+ yang diklaim sebagai baterai masa depan mobil listrik termutakhir saat ini.
Kolaborasi ambisius jangka panjang antara Changan dan Tailan secara prinsip bakal konsisten mengembangkan baterai solid state dengan daya tampung daya listrik maksimal, tingkat kemanan fungsional terbaik, dan performa peredaman panas yang masih jadi kendala laten pada baterai lithium ion.
Langkah di tempuh oleh Changan nampaknya menjanjikan superioritas pabrikan EV asal Tiongkok untuk menghadirkan mobil listrik yang semakin efisien serta aman. Nama-nama seperti BYD, Hongqi, Chery, maupun SAIC juga sudah berada di tahap bisa membuat mobil listrik versi prototype dengan baterai solid state.
Hampir serempak akan dirilis ke pasar mulai tahun 2027. (EW)
