OTODRIVER - Grup FAW China mengumumkan bahwa merek premium Hongqi telah berhasil memproduksi prototipe kendaraan pertamanya yang dibekali teknologi baterai all-solid-state.
Prototipe tersebut berupa Hongqi Tiangong06 yang baru saja keluar dari lini produksi, menandai transisi Hongqi dari tahap pengujian laboratorium menuju fase pengujian pada kendaraan nyata untuk teknologi baterai generasi terbaru ini.
Seperti dilansir dari Carnewschina.com (25/1), pencapaian tersebut diraih setelah proses riset dan pengembangan selama 470 hari oleh FAW Research & Development Institute.
Fokus pengembangan meliputi teknologi elektrolit sulfida, pengemasan bertegangan tinggi, hingga integrasi sistem secara menyeluruh. Hasilnya menjadi fondasi kuat bagi rencana produksi massal yang ditargetkan mulai akhir 2027.
Teknologi baterai solid-state pada prototipe ini menggunakan elektrolit berbasis sulfida dengan konduktivitas ionik yang melampaui standar industri, yakni lebih dari 10 mS/cm. Hal tersebut berdampak signifikan pada peningkatan efisiensi perpindahan ion.
Mengutip media China mydrivers, sel baterai berkapasitas 66 Ah tersebut memiliki kepadatan energi mencapai 380 Wh/kg, jauh di atas baterai lithium-ion cair konvensional yang umumnya berada di kisaran 180–250 Wh/kg.
Dari sisi keselamatan, baterai ini diklaim telah lolos uji penyiksaan termal ekstrem hingga suhu 200 derajat Celcius tanpa risiko thermal runaway, menjawab salah satu isu utama pada teknologi baterai saat ini.
Sesuai roadmap FAW, sepanjang 2026 perusahaan akan memfokuskan pengujian ketahanan dan keandalan sistem baterai dalam berbagai kondisi jalan, suhu, serta skenario pengisian daya. Produksi skala kecil direncanakan dimulai pada akhir 2027, dengan penerapan awal pada sedan dan SUV flagship Hongqi.
Target jangka panjangnya, pada 2030 FAW ingin merampungkan kesiapan teknologi untuk produksi massal. Teknologi baterai solid-state ini akan diperluas ke model kelas menengah dan atas, sembari menekan biaya produksi hingga lebih dari 50 persen.
Dibandingkan dengan jenis baterai yang sudah existing di dunia, baterai EV berjenis Solid State diklaim punya beberapa kelebihan. Seperti di antaranya kepadatan energi jauh lebih tinggi, keamanan superior karena tidak mudah terbakar dikarenakan tanpa elektrolit cair, dan waktu pengisian daya super cepat.
Alhasil, teknologi ini memungkinkan jarak tempuh EV jauh lebih panjang, bobot lebih ringan, serta masa pakai lebih lama dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. (AW)
