OTODRIVER - Mungkin perangkat yang satu ini sering luput dari perhatian, namun keberadaannya menjadi mandatori yang harus diikuti oleh pabrikan dunia, khususnya untuk kendaraan penumpang. Perangkat tersebut adalah headrest atau headrestrain alias sandaran kepala yang ditempelkan pada bagian atas jok.
Headrest dengan segera menjadi standard keamanan berkendara karena mampu mencegah atau mengurangi cedera whiplash atau cedera pada tulang belakang leher saat terjadi benturan atau kecelakaan.
Mengutip dari Automotive news, Volvo diketahui menjadi brand pertama yang menyertakan headrest sebagai standard untuk sedan-sedan yang diproduksinya mulai 1968. Langkah ini kemudian dibakukan dalam peraturan yang dikeluarkan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau Adminstrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya di AS yang mewajibkan semua mobil (khususnya penumpang) yang dijual di AS dilengkapi dengan perangkat ini.
Sedangkan kendaraan seperti pikap single kabin masih belum diwajibkan karena keterbatan ruang untuk meletakkan sandaran kepala. Namun untuk dobel kabin baris pertama tetap wajib menyertakan headrest.
Patent
Paten untuk "sandaran kepala" mobil diberikan kepada Benjamin Katz, asal Oakland, California, yang mengajukannya pada 1921. Volvo juga mengajukan patent untuk headrest pada 1939.
Seperti halnya sabuk pengaman, atas nama safety, Volvo mempersilakan pabrikan lain untuk ‘mencontek’ idenya dan tidak terlalu mempermasalahkan mengenai patent tersebut.
Ragam Headrest
Pada umumnya headrest merupakan perangkat yang dapat diatur tinggi-rendahnya ataupun bisa dilepas. Namun ternyata tidak semua demikian adanya.
Pada jenis bangku bucket wujudnya beda dan menyatu dengan sandaran bangkunya. NHTSA mengatakan bahwa bangku bucket harus punya tinggi melebihi leher ataupun kepala. Dengan demikian leher masih tetap terjaga walaupun ada benturan dan mampu memperkecil peluang cedera. (SS)
