OTODRIVER - Ajang penghargaan otomotif paling bergengsi di Benua Biru, European Car of the Year (COTY) 2027, mencetak rekor baru dalam sejarah penyelenggaraannya. Untuk pertama kalinya sejak penghargaan ini pertama kali diselenggarakan pada 1964, seluruh lini finalis yang masuk dalam daftar pendek diisi penuh oleh kendaraan listrik murni berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).
Menariknya, bahkan tidak ada lagi tempat untuk mobil bermesin pembakaran dalam (ICE) maupun teknologi hybrid (mild-hybrid, full hybrid, hingga PHEV).
Sebanyak 65 juri yang berasal dari 25 negara Eropa menyaring 38 kontestan awal hingga menyisakan tujuh finalis utama. Ketujuh mobil listrik murni yang berhasil lolos ke babak final tersebut adalah BMW iX3 (Neue Klasse), Cupra Raval, Hyundai Ioniq 3, Kia EV2, Renault Twingo, Volkswagen ID Polo, dan Volvo EX60.
Nama-nama besar seperti Toyota RAV4, Honda Prelude, Mercedes-Benz GLC, hingga mobil terlaris seperti Volkswagen T-Roc terpaksa harus tersingkir dari perebutan gelar tahun ini. Ketujuh finalis akan menjalani pengujian intensif di sirkuit uji Stellantis Balocco, Milan, sebelum pengumuman pemenang digelar pada ajang Brussels Motor Show, 8 Januari mendatang.
Mobil Cina Gugur Masuk Finalis
Hal lain yang tak kalah mencuri perhatian adalah absennya deretan mobil buatan pabrikan asal Tiongkok di babak final. Padahal, pangsa pasar mobil Cina di Eropa saat ini sedang berkembang pesat dan telah menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan mobil baru di kawasan tersebut.
Sebelumnya, terdapat delapan model buatan Cina yang masuk dalam nominasi awal 38 besar. Beberapa di antaranya adalah BYD Dolphin G, Denza Z9GT, hingga Leapmotor B05 dan B03X (hasil kolaborasi dengan Stellantis). Merek MG pun sempat menyumbang tiga nama sekaligus, yakni IM5, MG4 Urban, dan MGS6. Namun, seluruh model tersebut gagal meyakinkan para juri untuk menembus tujuh besar.
Satu-satunya wakil yang masih memiliki "keterkaitan" dengan Cina hanyalah Volvo EX60. Meski SUV listrik ini diproduksi di pabrik Torslanda, Swedia, merek Volvo sendiri secara kepemilikan berada di bawah naungan raksasa otomotif asal Tiongkok, Geely Group.
EV Murah Punya Kans Besar
Melihat rekam jejak COTY Eropa, juri kerap memberikan nilai lebih pada mobil yang mengusung keterjangkauan harga dan efisiensi ruang bagi konsumen massal. Tren ini terlihat saat Renault Scenic E-Tech dan Renault 4 EV sukses menyabet gelar juara pada edisi 2024 dan 2025.
Jika tren ini berlanjut, mobil listrik perkotaan (city car EV) berbanderol terjangkau seperti Volkswagen ID Polo, kembarannya Cupra Raval, serta Renault Twingo diprediksi menjadi kandidat paling kuat untuk memboyong trofi Car of the Year Eropa 2027. (Why)
