Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Rame-Rame Masalah Pertamax Dan Pertalite, Apakah Itu RON?

Salah satu hal adalah mempersoalkan terkait RON (Research Octane Number) untuk mesin bensin
Berita
Kamis, 27 Februari 2025 20:50 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Oktan BBM (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Masalah yang tengah melanda Pertamina terkait dengan Pertamax dan Pertalite tengah menjadi sorotan. Salah satu hal adalah terkait RON (Research Octane Number) untuk mesin bensin. 

Lalu apa sebenarnya RON itu?

Mengacu pada Britanica, RON atau Research Octane Number adalah bilangan oktan hasil dari uji coba mesin dengan berbagai kontrol mulai dari suhu hingga rasio kompresi mesin.

Bilangan pada RON ini menunjukkan kualitas bahan bakar dalam menahan tekanan yang tinggi dalam ruang bakar sebelum akhirnya terbakar.

BACA JUGA

RON dengan angka yang tinggi akan lebih lambat terbakar dan lebih tahan terhadap kompresi, sehingga BBM dengan RON yang lebih tinggi tidak terjadi ledakan prematur pada ruang bakar hanya karena akibat dari kompresi saja.

“Bahan bakar oktan tinggi sifatnya lebih sulit untuk terbakar. Karenanya, kompresi yang cukup dibutuhkan supaya bensin beroktan tinggi ini dapat terbakar dengan sempurna,” jelas Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Umumnya saat ini mobil dengan mesin modern dirancang untuk menggunakan bensin dengan RON 92 atau lebih. Menggunakan BBM oktan rendah pada mesin modern berpotensi menurunkan performa kendaraan. Selain itu, bensin dengan oktan rendah juga bisa memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, menumpuk deposit kerak di ruang bakar hingga membuat mesin mengelitik (knocking)

Taqwa menjelaskan bahwa knocking mesin bisa terjadi karena BBM oktan rendah tidak tahan tekanan atau temperatur tinggi. Hal ini menyebabkan bensin terbakar sebelum api dari busi dinyalakan. Terjadi tabrakan antara ledakan bahan bakar yang meledak sendiri dengan bahan bakar yang dinyalakan oleh busi. Inilah yang menimbulkan bunyi pada mesin dan kita kenal sebagai ‘ngelitik’ / knocking. (SS)


Tags Terkait :
RON Pertamina Pertamax Pertalite Mesin Modern Bahan Bakar Bensin
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Rame-Rame Masalah Pertamax Dan Pertalite, Apakah Itu RON?

Salah satu hal adalah mempersoalkan terkait RON (Research Octane Number) untuk mesin bensin

8 bulan yang lalu


Tips
Apakah Mencampur Bensin Berbeda Oktan Diperbolehkan?

Saat ini, Banyak sekali jenis bahan bakar yang beredar di pasaran

2 tahun yang lalu


Tips
Bolehkah Mencampur BBM Beda Oktan?

Banyaknya jenis bahan bakar yang beredar di pasaran kadang membuat bingung, "mau pakai yang mana dan merek apa?".

3 tahun yang lalu


Tips
Imbas Harga BBM Naik, Amankah Mencampur BBM Beda Oktan?

Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina mengalami kenaikan harga per 12 Februari 2022.

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur Di Thailand. Harganya Lebih Murah Dari Fortuner

Hanya tersedia dengan mesin bensin saja

2 jam yang lalu


Berita
Toyota Produksi Lagi Dasbor Supra MK4 Melalui GR Heritage Parts

Toyota kembali memproduksi sparepart mobil lawasnya melalui GR Heritage Parts

4 jam yang lalu


Tips
Perhatikan Tanda-Tanda Munculnya Microsleep Saat Mengemudi

Paksa untuk tidur sebentar untuk memulihkan kesadaran serta konsenterasi

9 jam yang lalu


Bus
Transjakarta Tambah Jam Operasional Dini Hari Saat Arus Balik

Bus layanan khusus itu hubungkan terminal Pulo Gebang dengan terrminal pendukung di sebagian besar wilayah Jakarta

11 jam yang lalu


Berita
Perhatikan Dua Waktu Puncak Arus Balik Ke Wilayah Jabodetabek Dari Arah Timur

Bisa jadi pertimbangan untuk melakukan perjalan kembali dengan lebih leluasa.

12 jam yang lalu