Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Mencampur BBM Beda Oktan Diperbolehkan?

Banyaknya jenis bahan bakar yang beredar di pasaran kadang membuat bingung, "mau pakai yang mana dan merek apa?".
Tips
Selasa, 16 Maret 2021 08:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Banyaknya jenis bahan bakar yang beredar di pasaran kadang membuat bingung, "mau pakai yang mana dan merek apa?". Tiap jenis dibedakan dengan nilai oktan atau Research Octane Number (RON).

Premium yang dijual Pertamina misalnya, bernilai oktan 88 atau bensin dengan kualitas paling rendah. Lalu, Pertalite RON 90, Pertamax RON 92, dan Pertamax Turbo RON 98. Rupanya, masih banyak orang yang mencampur bensin beda oktan. Apakah hal tersebut diperbolehkan?

Sumarmin selaku Head Mechanic Auto 2000 Cilandak, Jakarta Selatan menjelaskan bahwa mencampur bensin oktan rendah dengan oktan tinggi akan mempengaruhi zat dalam oktan itu sendiri.

"Perubahan yang terjadi akibat pencampuran bahan bakar berbeda oktan umumnya dapat dideteksi oleh mobil modern yang sudah canggih mesinnya. Bisa-bisa indikator bahan bakar menyala yang menandakan adanya malfungsi. Atau ada gangguan pada sistem bahan bakarnya,” pungkas Sumarmin.

Masih kata Sumarmin, pencampuran bensin beda kadar oktan bisa saja menyebabkan dapur pacu malah mengalami gejala knocking atau ngelitik.

Sebaiknya hindari kebiasaan mencampur dua oktan berbeda kedalam tangki bahan bakar. Sebab kandungan zat aditif tiap bahan bakar berbeda-beda. Dan pastikan gunakan selalu bahan bakar dengan oktan yang tepat sesuai rasio kompresi mesin.


Tags Terkait :
Tips BBM
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mudik In Style 2026, Menepis ‘Bad Luck’ Lepas L8

Review mudik Lepas L8 Lebaran: Uji jarak 1.200 km ke Yogya dalam 18 jam, interior lega, desain mewah, suspensi lembut, efisiensi 22-24 km/liter.

1 hari yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Mudik Pakai Hyundai Kona Electric, Lebih Murah Isi Listrik Daripada Bayar Tol

Mudik Hyundai Kona Electric Depok-Semarang 449 km: biaya listrik Rp170.000 vs tol Rp400.000, konsumsi 6,7 km/kWh, SPKLU lancar tanpa antrean.

1 hari yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Menjelajah Magelang Lebih Mudah Dengan GWM Tank 300

Review mudik GWM Tank 300 Diesel Jakarta-Magelang: 481 km ditempuh 4 jam 33 menit, efisiensi 7,7 km/liter. Tangguh di tol, nasional, hingga pegunungan.

1 hari yang lalu


Berita
Harap Waspada, Akan Ada 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek Di Musim Mudik 2026

Jasamarga memprediksi 3,5 juta kendaraan keluar Jabodetabek saat mudik Lebaran 2026. Volume lalin tol JMT naik 0,72% dari normal di GT Cengkareng, Cikupa, Ciawi.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Mudik In Style 2026 : Mudik Super Irit Dan Nyaman Pakai Accord Terbaru

Mudik irit Honda Accord e:HEV RS Jakarta-Tasikmalaya PP: capai 23,6 km/liter di 1.800 km, kenyamanan presisi, tapi ground clearance 135 mm minim.

10 jam yang lalu


Berita
Sudah 2,9 Juta Kendaraan Pemudik Masuk Wilayah Jakarta

Arus balik Lebaran 2026 catat 2,9 juta kendaraan pemudik masuk Jakarta hingga 29 Maret. Menhub: Lancar terkendali, fatalitas kecelakaan turun 30,4%.

12 jam yang lalu


Berita
Volkswagen Recall 94.031 EV, Dipastikan ID.Buzz Di Indonesia Aman

Terdampak pada lima model yang sebagian besar menggunakan platform MEB. Apa saja?

13 jam yang lalu


Tips
Cek Kondisi Kaki-Kaki Lebih Akurat Dengan Teknologi Ini

Proses lanjutan tinggal penggantian komponen yang terdeteksi mengalami kerusakan setelah pengecekan dengan metode ini.

14 jam yang lalu


Berita
Dewa Motorsport, Pasang Target Tinggi Dan Membangun Ekosistem Balap Di 2026

Dewa United Motorsport resmi mengikuti 6 cabang balap di 2026.

14 jam yang lalu