Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Bensin Oktan Tinggi Bikin Panas Mesin?

Kompresi tinggi cenderung menyebabkan panas yang juga lebih tinggi
Berita
Sabtu, 29 Januari 2022 09:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Ada pendapat yang mengatakan bahwa menggunakan bensin dengan oktan lebih tinggi dapat mengakibatkan panas berlebih pada mesin.

Pandangan di atas sepertinya menjadi pemahaman yang banyak beredar di masyarakat.  Lalu apakah benar demikian adanya?

Kita coba mulai dari bahan bakar terlebih dulu. BBM dengan oktan tinggi diciptakan sebagai jawaban untuk perkembangan mesin dan tuntutan jaman.

Untuk menciptakan tenaga yang lebih besar maka kompresi mesin pun dinaikkan. Pada titik tertentu dibutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi yang mampu menahan kompresi mesin dan terbakar tepat waktu. Bensin oktan tinggi lebih sulit terbakar dan mampu menahan kompresi yang lebih tinggi.

Dalam volume mesin sama, kompresi yang lebih tinggi akan menciptakan tenaga lebih besar dibandingkan mesin dengan kompresi rendah.

Atau dalam kasus yang lain, jurus kompresi tinggi ini memungkinkan mesin dengan volume lebih kecil mampu menghasilkan tenaga yang setara dengan mesin berkompresi rendah dengan volume silinder yang lebih besar.

Artinya ini adalah sebuah efisiensi.

Sekarang kita beralih membahas mesin. Secara teori, mesin dengan kompresi yang lebih tinggi memiliki kecenderungan untuk menghasilkan panas yang lebih tinggi. “Kompresi tinggi memiliki kompensasi punya temperatur yang lebih tinggi, namun dibayar dengan tenaga yang lebih besar,” terang Aleg Purbaya dari Workshop 365 di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur. “Sebagai konsekuensi yang mengakibatkan panas, maka kita perlu melakukan penyesuaian pada cooling system. Dengan menggunakan radiator yang lebih besar atau kipas yang lebih kuat misalnya,” terang pria ramah yang akrab dengan modifikasi mobil-mobil off-road ini.

Pada mobil modern, penggunaan mesin berkompresi tinggi merupakan hal yang jamak. Semakin efisien sebuah mesin maka akan semakin ramah lingkungan. Dasarnya adalah bahan bakar yang dibakar menjadi lebih sedikit dan alhasil akan menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah.

Sementara mengenai panas, mesin mobil modern punya managemen cooling system yang diciptakan oleh pabriknya mampu mentolelir peningkatan suhu.

Jadi jika semua sudah sesuai, maka umum bila kompresi pada mesin menyebabkan panas berlebih dan itu sudah ditanggulangi dengan cooling system yang memadai, jadi kendaraan aman digunakan. Sedangkan asupan bahan bakar menyesuaikan dengan kebutuhan mesin.

Aleg menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin. Semisal mobil dengan kompresi 11:1 hingga 12:1 maka harus menggunakan bensin oktan tinggi seperti Shell V Power Nitro dengan oktan 98. “Komposisi ini akan menghasilkan kinerja yang optimal, efisien dan ramah lingkungan,” tutup pria asal Jawa Timur ini.

Jadi, anggapan mesin panas karena bensin oktan tinggi tidaklah tepat. Panas yang terjadi karena karakter mesin kompresi tinggi dan mesin modern pun memiliki cooling system yang dirancang untuk bekerja optimal dalam mendinginkan mesin.


Tags Terkait :
Oktan BBM Berkualitas Tinggi
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait

Berita
Apa Yang Terjadi Apabila Dua BBM Beda Merek Dicampur?

Secara umum kedua apabila kedua BBM beda brand ini dicampur maka secara umum tidak ada masalah.

3 tahun yang lalu


Berita
Ternyata BBM Revvo 89, Lebih Baik Dari Pertalite

Hasilnya, Revvo 89 yang notabene punya RON 89 namun dari hasil pengujian kadar RON-nya justru 90,7. Sedangkan Pertalite dengan angka oktan 90, kadar RON-nya 90,3.

3 tahun yang lalu


Berita
Apa Yang Terjadi Apabila Dua Bahan Bakar Beda Oktan Dicampur?

Percampuran dua BBM dengan oktan beda akan hasilkan spesifikasi bahan bakar baru

3 tahun yang lalu


Berita
Sejak Harga Naik Pertalite Makin Boros, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite diduga lebih boros karena masalah takaran di SPBU dan lebih cepat menguap.

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
XPeng Hadirkan Dealer Canggih di Alam Sutera

Untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen setianya, XPeng membuka dealer baru yang letaknya di Alam Sutera.

1 jam yang lalu


Berita
BAIC T1 Siap Hadir di GIIAS 2026, Ini Beragam Keunggulannya

BAIC T1 memiliki banyak keunggulan untuk bersaing di kelas mobil listrik Rp 300 jutaan.

2 jam yang lalu


Berita
BMW Astra Sediakan Shuttle Bus Gratis ke GIIAS 2026

BMW Astra menyediakan shuttle bus gratis ke GIIAS 2026 serta program trade-in dengan cashback hingga Rp20 juta untuk pembelian model tertentu.

3 jam yang lalu


Mobil Listrik
Omoda O4 Hadir di Indonesia, SUV Canggih Dilengkapi AI

Brand Omoda semakin independen dan hadirkan desaian Cyber Mecha melalui O4.

4 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Diperkenalkan, Bakal Jadi EV Rp 300 Jutaan

Pasar SUV listrik di Indonesia tampaknya akan kembali kedatangan pemain baru asal Tiongkok. Ini dia Changan Nevo Q05.

5 jam yang lalu