Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mitsubishi Tepis Isu Xpander FWD Dengan Menderek Komidi Putar?

"Sejak Xpander diluncurkan, banyak pertanyaan mengenai Rear Wheel Drive dan Front Wheel Drive."
Berita
Senin, 30 Juli 2018 11:00 WIB
Penulis : Danu P Dirgantoro


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Mitsubishi Xpander menganut penggerak roda depan alias Front Wheel Drive (FWD). Entah karena banyak pertanyaan mengenai MPV sejati yang jamaknya berpenggerak belakang atau tidak, Mitsubishi kini menggelar kampanye  “Xpander Tons of Real Happiness”.

Ikon dalam kamapanye ini adalah visual yang memperlihatkan Xpander menderek (towing) sebuah carousel alais komidi putar. "Kegiatan ini, pada dasarnya secara teknis memang menunjukkan kekuatan Xpander, memperlihatkan power dari Xpander," ujar Intan Vidiasari selaku Deputy Group Head of Planning & Communication Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam jumpa pers di Bekasi, Jawa Barat (27/7).

Baca juga: 7 Fakta Dari Hasil Tes Tabrak Mitsubishi Xpander

Sayangnya, Boediarto selaku Head of Technical Service Departement MMKSI tak bisa menyebut berapa berat carousel yang ditarik Xpander tersebut. Namun Boedi memastikan bahwa Xpander, dalam kondisi standarnya saja, memang mampu untuk dimanfaatkan menderek mobil lain.

"Kapasitas towing itu minimal seberat maksimum mobil itu sendiri. Maksimalnya itu tiap-tiap pabrikan punya safety factor berbeda. Kalau Xpander sekitar 1,2 ton," ujar Boedi. Bahkan ia menunjukkan sebuah video percobaan yang menampilkan sebuah Xpander berhasil menderek beban berupa truk trailer seberat 24 ton sejauh 200 meter.

"Sejak Xpander diluncurkan, banyak pertanyaan mengenai Rear Wheel Drive dan Front Wheel Drive. Tapi paradigma itu sebetulnya kami jelaskan dan kami perjelas pada event kali ini. Karena RWD atau FWD bukan menjadi masalah utama pada sebuah MPV. Justru FWD banyak memberikan keuntungan dengan memberikan space (kabin) yang lebih lega," kata Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia. 


Tags Terkait :
Mitsubishi Xpander
D

Danu P Dirgantoro

Reporter

a

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
Mitsubishi Fuso Siaga Beri Diskon Spare Part Selama Bulan Ramadhan

Untuk menekan potensi zero down time selama masa ultra sibuk tahunan

2 bulan yang lalu


Pikap
Gaikindo: Kapasitas Produksi Kendaraan Nasional 2,59 Juta Unit

Baru terpakai 1,3 juta unit per tahun, kapasitas perakitan kendaraan komersial juga masih belum maksimal.

2 bulan yang lalu

Truk
Mitsubishi Fuso Rayakan Ultah Ke-55 Bersama Ribuan Canter Mania

Sangat langka fans kendaraan niaga yang anggotanya sampai ribuan.

5 bulan yang lalu


Truk
Mitsubishi Fuso Masih Jadi Yang Terlaris, Model Apa Saja Yang Paling Laku?

Tahun 2025 dilakukan sejumlah langkah transformasi setelah sebelumnya 2024 mereka berhasil mempertahankan posisinya sebagai yang terlaris.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Edisi Khusus Toyota Corolla Untuk Ultah 60 Tahun

Mobil ini sayangnya hanya tersedia untuk pasar Jepang.

9 jam yang lalu


Berita
Ini Sebab Bungkus Jok Mobil Modern Mulai Meninggalkan Bahan Kain

Desainer otomotif jelaskan sebab jok mobil modern beralih ke kulit sintetis: efisiensi produksi, mudah dibersihkan, aman dari api. Kain lebih nyaman tapi kurang praktis.

10 jam yang lalu


Berita
Sebentar Lagi Meluncur, BYD M6 PHEV Bawa Teknologi Anyar Diklaim Sangat Efisien

Kemungkinan BYD M6 PHEV akan boyong versi DM-i yang lebih berfokus pada penghematan bahan bakar.

11 jam yang lalu


Berita
Jumlah SPKLU Di Seluruh Indonesia Saat Ini 4.892 Unit

Target nasional 2030 harus ada 62 ribuan unit SPKLU

11 jam yang lalu


Berita
Vinyl Roof, Model Atap Populer Yang Kini Telah Ditinggalkan

Jenis atap ini pernah populer di era 60-80an lalu kemudian ditinggalkan.

17 jam yang lalu