Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah

Tekanan ban masih sering terabaikan meskipun bisa menyebabkan kecelakaan fatal. Ada solusi yang mudah untuk mengeceknya.
Penulis: Erie W. Adji
Jumat, 16 Januari 2026 06:00 WIB
Tips - Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah

Potensi ban pecah juga bisa muncul saat turun hujan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Dari unggahan Astra Tol Cipali, pihak KNKT menyebutkan bahwa kecelakaan kendaraan yang mengangkut penumpang di jalan bebas hambatan sebanyak 80 persennya akibat pecah ban. 

Tindakan preventif yang bisa dilakukan, meskipun sering terabaikan, sebenarnya sederhana. Pertama, pantau rutin tekanan udara di ban sesuai dengan petunjuk pabrikan mobil. Langkah-langkah lanjutannya seperti tidak membebani mobil dengan muatan berlebih, periksa alur serta kondisi fisik ban, sampai menjaga kecepatan saat mobil melaju. 

Hal-hal itu kerap diabaikan, namun justru malah mengundang bahaya ataupun kecelakaan fatal. 

Untuk tekanan ban, pada kenyataannya menjadi salah satu simpul yang mematikan jika kemudian membuat ban pecah. Terlebih saat mobil melaju di jalan tol. 

Jika lupa soal kapan terakhir mengisi udara ke ban sebenarnya di pasaran banyak dijual Tyre Pressure Monitoring System (TPMS). Selain tentu bagi sejumlah model atau varian mobil tertentu sudah dipasang alat pantau ini. 

TPMS yang terpasang sebagai salah satu indikator penting di kabin mobil sejatinya akan banyak membantu pengemudi soal kelaikan teknis berkaitan tekanan angina dan ban dari kendaraan yang sedang dikemudikannya. 

Jika terdeteksi ban kurang angin ataupun kelebihan angin, bisa dilakukan tindakan koreksi sebelum melanjutkan perjalanan. 

Dari laman Michelin Indonesia, dijabarkan bahwa TPMS secara praktis menampilkan indikasi tingkat tekanan ban pada modul yang terpasang di kabin indikator atau lampu peringatan.

Secara umum, peranti ini beroperasi dengan dua sistem deteksi; secara langsung dan tidak langsung.

Lewat sistem langsung, informasi tekanan udara di ban dikirim kembali secara real time melalui sensor tekanan ban yang umumnya terpasang di sekitaran pentil ban. 

Informasi ini dikirim ke komputer terpasang untuk ditampilkan di peranti pantau yang ada di kabin mobil. Peranti ini juga banyak dijual secara umum, dalam satu paket akan disediakan modul yang akan mengindikasikan tekanan ban dan sensor yang terpasang di dalam ban. 

Untuk sistem yang tidak langsung, umumnya sudah terpasang sebagai peranti standar dari pabrikan mobil. 

Sistem ini akan memantau tekanan ban yang dihitung oleh sistem pemantauan tekanan ban berdasarkan kecepatan putaran roda, yang juga terhubung dengan fitur ABS (Anti-lock Braking System) dan ESP (Electronic Stability Program).

Jika ditengarai terjadi kecepatan rotasi roda yang meningkat disaat diameter roda berkurang karena kurang tekanan maka sinyal tersebut akan dikirim ke indikator yang ada di dasbor oleh TPMS.

Foto - Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah
Posisi TPMS pada umumnya di seputaran pentil ban (Foto : Race Car Engineering)
Foto - Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah
Sejumlah mobil yang harganya di atas Rp500 jutaan sudah dilengkapi fitur TPMS sebagai peranti standar (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

TPMS bisa jadi peranti peringatan dini ke pengemudi untuk bisa mengetahui tekanan ban yang disarankan tanpa perlu rutin datang toko ban atau bengkel. 

Namun pada umumnya TPMS akan bekerja jika terjadi penurunan tekanan udara di dalam ban jika sudah melewati tingkatan 20 persen atas sekitar 0,4 bar dari tekanan udara yang direkomendasikan. (EW)

Foto - Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah
Jika belum dilengkpai TPMS maka pantau tekanan udara di ban berdasarkan tabel yang tertempel di pilar B (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Foto - Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah
Paket TPMS aftermarket banyak dijual di situs belanja digital, harganya mulai dari Rp100 ribuan sampai di atas Rp1 jutaan (Foto : Shopee)

#ban #pecah

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.