BUS-TRUCK - Tahun 2025 Daimler Trucks dan Toyota Motor Corporation bersepakat untuk menjalin kerjasama sinergis antara Hino Motors dan Mitsubishi Fuso Truck-Bus.
Kolaborasi dua raksasa kendaraan komersial itu berada di bawah satu nama, Archion. Secara konsep entitas baru itu akan mengedepankan soal netralitas karbon, ketersediaan tenaga pramudi yang ahli, peningkatan tingkat efisiensi sistem logistik, perhatian serius soal safety, sampai membantu kesesuaian soal tarif angkutan barang global.
Nantinya, untuk produksi kendaraan akan dilakukan di unit produksi Mitsubishi Fuso yang ada di wilayah Kawasaki. Sementara pihak Hino memusatkan proses pengembangan di unit produksi yang berada di Hamura.
Salah satu tujuan dari bergabungnya para raksasa kendaraan komersial ini untuk peningkatan kapasitas produksi di masing-masing petusahaan, setidaknya yang berada di wilayah Jepang.
Melalui merger, baik Mitsubishi Fuso dan Hino, berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari pengembangan hingga produksi. Sekaligus juga memperkuat daya saing industri kendaraan niaga Jepang dan memperkokoh fondasi industri otomotif di kawasan Asia.
Waktu itu Hino punya kapasitas produksi di semua unit produksi Jepang sebanyak 150.000 unit setahun. Mitsubishi Fuso sendri sudah memiliki kapasitas produksi 120.000 unit per tahun.
Hasil pertama Archion diklaim lebih nyamam dikendarai, semakin ramah lingkungan, performa mesin dan daya angkut meningkat. (Foto : Mitsubishi Fuso)
Truk ukuran medium nampaknya akan berevolusi dengan kabin yang lebih lebar. (Foto : Hino)
Produk baru berbasis truk medium dari Hino
Salah satu hasil dari kolaborasi Archion adalah munculnya dua produk berlabel Mitsubishi Fuso di kelas Medium-Duty bernama Fighter yang baru (26/8/2026).
Fighter baru itu bermodel kabin pendek namun lebar standar dengan bak muat yang diperkuat dan suspensi pegas daun dengan banderol seharga 11.009.900 Yen, setara Rp1,2 miiaran.
Varian lain dengan model kabin lebih besar dengan kaki-kaki belakang bersuspensi udara belakang dan desain area muat barang wing box dilabeli harga 16.106.200 Yen atau sekitar Rp1,7miliaran.
Keduanya akan meluncur ke pasar bulan September 2026, merupakan produk yang basisnya truk medium Hino.
Fitur utama yang baru dari Fighter tersebut adalah pemakaian mesin turbo intercooler empat silinder segaris 5.100 cc bekode A05C. Potensi tenaga puncaknya 240 PS, setara 236 daya kuda.
Baca juga: Hino Dan Fuso Bergabung, Kini Namanya Archion
Baca juga: Setelah Rangkul Toyota, Daimler Truck Gandeng Volvo
Transmisinya otomatik paket baru juga, diklaim akan memberikan performa perpindahan gigi dan pengoperasian yang halus. Diyakini akan berkontribusi pada reduksi tingkat kelelahan pengemudi saat mengemudi.
Diklaim juga, truk baru tersebt punya karakter yang mumpuni dan ada kemampuan melibas jalur mendaki sekalipun menggendong beban muatan yang lebih besar.
Untuk memenuhi standar emisi di Jepang, Euro 6, sistem pengolahan gas buangnya diklaim lebih canggih.
Truk baru itu juga dilengkapi sejumlah fitur bantu mengemudi seperti sistem bantu pengereman, sensor mitigasi kerusakan akibat tabrakan, sensor pantau kondisi sekeliling truk dengan radar khusus, dan sejumlah sensor untuk memperingatkan pengemudi tentang bahaya saat melintasi persimpangan jalan maupun ketika bermanuver.
Varian yang disediakan tidak hanyaberkaitan desain kabin, ada opsi teknis yangb isa dipilih berdasarkan daya angkut maksimal lewat spesifikasi GVW (Gross Vehicle Weight) 11 ton dan 14 serta 8 ton.
Dari ketiganya masih ada varian dengan penggerak roda model 4WD untuk jenis truk beryonase 8 dan 11 ton. Varian ini berpotensi meningkatkan kemampuan berkendara di daerah bersalju dan medan yang sulit lainnya. (EW)
Mitsubishi Fuso Fighter X FN61 FSL di GIIAS 2026 merupakan desain baru gaya Archion dengan posisi lampu utama lebih rendah (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Erie W. Adji
reporter
Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...










