BUS-TRUCK – Pihak Transjakarta menyatakan saat ini sedang mengkaji elektrifikasi armada Mikrotrans bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Salah satu telaahnya untuk mengetahui dampak layanan tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat ketika teknologi itu diterapkan pada angkutan umum tersebut.
Seperti diutarakan oleh Spesialis Utama Transformasi dan Manajemen Perubahan TransJakarta, Gatot Indra Koswara, dalam sebuah panel diskusi di Jakarta, pekan ini (15/4).
Dijelaskannya, tantangan utama penggunaan bus listrik pada segmen bus kecil terletak pada kapasitas baterai dan jangkauan operasional harian yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan layanan Mikrotrans.
Sementara untuk bus besar berukuran 13 hingga 18 meter sudah siap secara teknis dan Transjakarta sudah memiliki data-data implementasi bus listrik selama empat tahun, yang dinilai baik dari segi performa, baterai dan capaian kilometer.
Meski begitu Gatot menyebutkan kalau pihaknya masih mencari solusi atas kendala teknsi bus medium tenaga listrik untuk bisa dioperasikan oleh Transjakarta.
Oleh karena itu operator bus kota terintegrasi di Jakarta itu masih mempertimbangkan apakah elektrifikasi pada bus kecil akan dilakukan secara menyeluruh atau dimulai dengan skema proyek percontohan seperti yang pernah diterapkan pada tahap awal pengembangan bus listrik pada armada bus besar.
Meskipun rute Mikrotrans mayoritas lewat daerah pemukiman namun secara jarak serupa rute bus besar Transjakarta (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Baca juga: Ini Rute Mikrotrans Jaklingko Di Lima Wilayah Kota Jakarta
Baca juga: Bus Dan Truk Penyumbang Polutan Terbesar Di Indonesia, Beralih Ke EV Bisa Jadi Solusi?
Selain aspek teknis kendaraan, kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian. Salah satunya rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah terminal yang disebut pihak Dishub Jakarta akan menjadi salah satu faktor pendukung agar elektrifikasi Mikrotrans dapat berjalan lebih optimal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menargetkan operasional 10.000 unit bus listrik untuk armada Transjakarta pada 2030. Saat ini bus listrik yang beroperasi sekitar 500 unit.
Selaon itu, ada juga rencana peremajaan pada lebih dari 1.000 unit armadanya tahun ini, mencakup bus gandeng, bus besar, dan armada Mikrotrans yang jumlahnya menjadi porsi terbesar.
Peremajaan dilakukan untuk armada yang telah memasuki batas maksimum usia operasionalnya, yakni tujuh tahun untuk bus kecil dan 10 tahun untuk bus besar.
Menurut Gatot, peremajaan dilakukan untuk 108 unit bus artikulat (bus gandeng), bus single 100 unit dan Mikrotrans 972 unit.
Jumlah itu jika digabungkan peremajaan bus kecil bakal mencapai lebih dari seribu unit. Seluruhnya diharapkan mulai beroperasi di bulan Februari atau Maret tahun depan. (EW)
Foton eTruckmate termasuk salah satu unit yang dijajaki sebagai armada Mikrotrans tanpa emisi (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)










