BUS-TRUCK – Rencana pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyesuaikan tarif Transjabodetabek semakin menguat. Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaludin, pekan lalu (6/6).
Seperti dikutip dari Antara, Budi mengakui bahwa pihaknya sedang menyiapkan sejumlah langkah menanggapi rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. Mengingat beban subsidi yang sudah dikeluarkan pihak DKI Jakarta kian membesar.
Ditambah lagi partisipasi anggaran dari pihak Pemerintah Daerah wilayah penyangga Jakarta dirasa belum mencukupi.
Kendati begitu, agar tidak terjadi masalah pelik akibat naik tarif maka ada usulan untuk mebuat tarif integrasi dengan jaringan transportasi massal seperti Transjakarta, MRT, mapun LRT dalam satu rangkaian perjalanan.
Angka yang diusulkan seperti tarif maksimum Rp10.000 dalam 3 jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek.
Tarif integrasi itu merupakan skema biaya maksimum yang dikenakan saat masyarakat menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum, seperti kombinasi Transjakarta, MRT, dan LRT, dalam satu perjalanan berkelanjutan.
Baca juga: Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50
Baca juga: Punya Ekosistem Sendiri, Tiket Bus Sinar Jaya Jadi Murah
Terungkap juga, besaran subsidi Transjabodetabek pada 2026 mencapai Rp401.087.058.387. Dari angka ini, untuk subsidi per pelanggannya rata-rata Rp12.258.
Hanya saya, masih menurut Budi, skema tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui Aplikasi Jaklingko.
Berkaitan pula dengan wacana penyesuaian tarif, pihak Dishub DKI tetap berupaya melakukan peningkatan layanan, antara lain dengan kepastian jadwal keberangkatan yang akurat guna memangkas waktu tempuh.
Selain itu, upaya peningkatan standar mutu layanan juga akan menyentuh soal kemudahan akses lanjutan (first dan last mile) dengan memperbaiki fasilitas pendukung di titik transit. Termasuk integrasi fisik yang aman dengan halte atau stasiun serta menyediakan rute pengumpan agar penumpang mudah mencapai titik akhir tujuan.
Dipungkaskan oleh Budi, saat ini secara prinsip pihak Pemprov DKI Jakarta tidak sedang menghadapi kendala besar dalam pengembangan Transjabodetabek. Perihal koordinasi lebih lanjut dalam hal penyediaan sarana prasarana dan operasional, seperti pembangunan halte hingga terkait subsidi yang memang perlu diselarasakn dengan semua pihak. (EW)
Bus listrik ukuran medium akan jadi andalan layanan Mikrotrans. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Erie W. Adji
reporter
Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...








