OTODRIVER - Mobil dengan teknologi elektrifikasi sebenarnya bukan barang yang terlalu baru.
Hibrida series yang sistem kerjanya menjadikan motor bakar sebagai generator dan kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik dikenal sebagai konsep paling tua dari sebuah mobil hibrida.

Lohner-Porsche Mixte 1901
Lohner-Porsche Mixte tahun 1901 muncul sebagai mobil hibrida bensin-listrik pertama di dunia. Mobil yang dirancang oleh Ferdinand Porsche yang berkerjasama dengan Jacob Lohner, seorang coach builder atau pembuat kereta kuda.
Mengutip dari Rechargered, ide Porsche ini dipicu lantaran saat itu mesin bensin sangat kasar dengan getaran dan suara yang mengganggu. Penggunaan motor listrik akan jauh lebih senyap dan nyaman.
Porsche pun menyadari bahwa penggunaan baterai sebagai sumber daya penggerak mobil punya tantangan yang cukup pelik.
Masalah terbesarnya adalah pada pengisian ulang baterai yang cukup lama. Beberapa sumber menyebutkan bahwa saat itu butuh berhari-hari untuk mengisi ulang baterainya.
Menggabungkan mesin bakar sebagai generator dilihat sebagai terobosan. Mesin bakar untuk generator ini punya getaran dan polusi suara yang lebih rendah karena hanya bekerja dalam putaran mesin tertentu saja.
Jangan dibayangkan Mixte bekerja seperti hybrid series modern, di mana mesin akan mati saat kebutuhan pengisian baterai terpenuhi. Mesin bakarnya bekerja terus menerus untuk mengisi baterai yang kapasitasnya diperkecil dibandingkan dengan mobil listrik murni di era itu.
Mixte menjadi mobil hybrid pertama di dunia. Walau ia menggunakan prinsip series hybrid, namun menginspirasi tumbuhkan prinsip lainnya seperti pararel hybrid.

Era Hybrid Series Modern
Dalam beberapa dekade, teknologi hybrid series tidak banyak dilirik untuk dikembangkan. Sistem hybrid series menjadi sangat boros terutama pada saat kecepatan tinggi. Tenaga listrik dari baterai cepat terkuras dan menjadikan konsumsi bahan bakarnya pun lebih boros.
Seiring dengan perkembangan kebutuhan, sistem hybrid series kembali dilirik. Nissan ditengarai sebagai pengguna hybrid series modern. Maka pada 2006, pabrikan Jepang ini meluncurkan teknologi e-Power pertamanya dan direspons positif oleh pasar.
Kelebihan hybrid series ini cukup menonjol pada pemakaian di perkotaan, di mana ia bisa memberikan kontribusi keiritan yang diklaim lebih baik dari pararel.

Konsep REEV
Pada tahun 2010, teknologi hybrid series mendapatkan improvement baru. General Motors (GM) memperkenalkan Chevrolet Volt dan saudara kembarannya Opel Ampera.
Berbeda dengan konsep e-Power yang menggunakan baterai berukuran kecil, GM justru membekali Volt dengan baterai berukuran 16 hingga 17 KWh, jauh lebih besar dari yang digunakan pada e-Power yang rata-rata 2,1 kWh.
Beberapa literasi menyebutkan bahwa Volt termasuk sebagai Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertama yang menggunakan mesin bensinnya hanya untuk mengumpan daya pada motor listriknya.
Dari Volt inilah sebutan Range Extender pertama kali muncul walau tidak langsung disematkan pada mobil ini. Sebutan Range Extender baru muncul ketika BMW memperkenalkan i3 REX pada 2013.
Selanjutnya penggunaan konsep REEV ini secara masif justru muncul pada industri otomotif China yang dimulai saat Li-Auto diperkenalkan ke publik dan dijual pada umum setahun kemudian. (SS)











