OTODRIVER – Hill Descent Control (HDC) merupakan salah satu fitur yang saat ini mulai banyak disematkan pada mobil modern. Dengan mengaktifikan perangkat ini, maka mobil akan secara otomatis mengalami perlambatan yang signifikan.
Mengutip dari Motortrend, Land Rover mengenalkan pada Freelander generasi pertama di awal 2000-an. Insinyur Land Rover mengambil jalan yang tidak biasa untuk menjadikannya mampu menjelajah beragam medan.
Pada Freelander, SUV yang satu ini tidak dilengkapi dengan pilihan low gear, sehingga untuk menuruni daerah yang curam dibutuhkan fitur tambahan. Sistem ini yang diperkenalkan sebagai Hill Descent Control (HDC).

Cara Pengoperasian
HDC secara garis besar masih mengandalkan rem, namun proses pengereman sepenuhnya diatur oleh kalkulasi komputer. Kendaraan akan menggunakan sistem kontrol traksi dan pengereman anti-lock (ABS) untuk meminimalkan selip ban dan menurunkan kendaraan dengan mudah. Modul ABS akan mengkalkulasi tekanan secara presisi pada tiap rodanya sesuai dengan kondisi masing-masing roda. Dengan demikian tiap roda punya tekanan rem yang berbeda.
Dalam beberapa kasus denyutan (pulse) pada sistem ABS menyebabkan ban sedikit tergelincir ke depan dan seringkali membentuk tumpukan kecil tanah, kerikil, atau material lainnya. Tumpukan tanah ini juga akan berkontribusi menjadi "rintangan" kecil, sehingga memberikan kontribusi dalam menahan laju kendaraan.
Tetap Bikin Rem Panas Tapi Terkontrol
Lantaran kinerjanya berhubungan dengan sistem pengereman yang notabene ada proses gesekan, maka secara alami tetap akan menimbulkan panas. Namun panas yang dihasilkan lebih terkontrol dan jauh lebih aman dibandingkan dengan menginjak rem secara manual terus-menerus.
Semakin ampuh pada mobil hybrid dan listrik
Pada mobil listrik atau hybrid sistem HDC ini berfungsi lebih efektif lagi. Regenerative braking pada mobil listrik turut memberikan kontribusi menahan laju dari motor listriknya, selain mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai.
Keunggulan lainnya adalah sistem pengereman pada New Energy Vehicle (NEV) ini tidak bekerja sekeras pada mobil bermesin bakar. Proses regenerative braking memberikan dampak pada laju kendaraan saat menghadapi turunan. (SS)











