OTODRIVER – Seperti kita ketahui, pasar otomotif Indonesia, khususnya mobil listrik, kini telah didominasi oleh produsen asal China.
Mereka mampu menggaet pasar dengan menawarkan harga yang cukup menantang. Hal yang sejauh ini belum bisa diberikan oleh produsen dari belahan dunia lain.
Namun, harapan untuk kembali merebut kue yang sekarang dikuasai oleh produsen EV Tiongkok itu belum padam. Hyundai masih memberikan perlawanan dengan Ioniq 3. Dan pada GIIAS 2026, mobil listrik ini pun diperkenalkan di Indonesia.
Sayangnya, Ioniq 3 tidak langsung dijual, melainkan untuk melihat ketertarikan konsumen Indonesia terhadap model yang lebih kecil dari Ioniq 5 ini.
Hal ini ditegaskan oleh Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, yang mengatakan Hyundai sedang melihat respons pasar terhadap Ioniq 3.
“Saat ini sifatnya hanya showing saja. Ioniq 3 itu edisi spesial, kami sedang melihat animo masyarakat di Indonesia. Jika bagus, ya kami akan pertimbangkan untuk masuk di Indonesia,” ujarnya.
Ioniq 3 pun diharapkan punya peluang untuk segera mengaspal di Indonesia. Dan jika itu terjadi, ia akan langsung menjadi rival bagi BYD Dolphin, Geely EX2, ataupun MG 4 EV.
DNA Teknologi Ioniq 5
Secara posisi, Hyundai Ioniq 3 berada di bawah Ioniq 5. Dari dimensinya, ia lebih mungil dan bahkan lebih kecil jika dibandingkan dengan Kona Electric sekalipun.
Ioniq 3 menggunakan Electric-Global Modular Platform (E-GMP). Artinya, Ioniq 3 tidak dibangun dari platform mobil bensin yang kemudian dimodifikasi untuk menggunakan motor listrik, layaknya yang digunakan Kona.
Sehingga, secara arsitektur, Ioniq 3 lebih dekat dengan Ioniq 5.
Platform E-GMP memungkinkan baterai ditempatkan di dalam struktur sasis. Konfigurasi ini membantu menghasilkan lantai yang rata, pusat gravitasi yang lebih rendah, serta ruang kabin yang lebih optimal.

Jarak Jelajah Jauh
Mengacu pada model global, Hyundai menyediakan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh.
Varian dengan baterai terbesar diklaim mampu menempuh jarak hingga 496 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Angka ini menunjukkan daya jelajah yang bahkan lebih tinggi dari Ioniq 5 varian Long Range, yang diklaim hanya mencapai 481 km.
Ioniq 3 juga dilengkapi fitur DC fast charging. Dalam kondisi ideal, Hyundai mengklaim pengisian daya dari 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 29 menit.
Sedangkan untuk performa, masih mengacu pada data global, Ioniq 3 dilengkapi motor listrik tunggal yang menggerakkan roda depan atau Front-Wheel Drive (FWD).
Untuk varian Standard Range, digunakan motor dengan tenaga 133-135 hp. Sementara tipe Long Range memiliki daya 145 hp. Keduanya menghasilkan torsi yang sama, yakni 250 Nm.
Mobil ini juga dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kemampuan daya hingga 3,6 kW atau 3.600 watt.
Teknologi Kabin Generasi Baru
Dari sisi kenyamanan, Ioniq 3 menawarkan bangku dengan fungsi relaksasi, pemanas, dan ventilasi. Selain itu, tersedia panoramic sunroof, sistem audio premium, serta ambient lighting.
Sistem infotainment terbaru, Pleos Connect, berbasis Android Automotive OS dan tersedia dengan pilihan layar berukuran 12,9 inci atau 14,6 inci.
Selain itu, Ioniq 3 juga membawa berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara melalui Hyundai SmartSense.

Harga Harus Seksi
Ioniq 3 sudah dipasarkan di Eropa pada April 2026 silam dan mendapat respons positif. Mengutip Autobild Jerman, hatchback listrik ini dijajakan mulai 27.995 euro atau sekitar Rp490 jutaan hingga 34.000 euro atau sekitar Rp600 jutaan.
Hyundai Indonesia memang belum memberikan kisi-kisi harga. Namun, Ioniq 3 punya potensi menjadi kuda hitam untuk melawan serangan EV dari Tiongkok.
Reputasi Hyundai sebagai pembuat EV kelas dunia, diikuti kesuksesan Ioniq 5, dan yang paling penting dipadukan dengan harga yang ramah, membuat Ioniq 3 punya potensi menjadi ancaman bagi produk EV Tiongkok di segmennya. (SS)









