OTODRIVER – Uji keselamatan independen Eropa atau Euro NCAP terpantau semakin banyak melakukan uji tabrak mobil China. Euro NCAP juga telah mengonfirmasi tren tersebut.
Menurut laporan Kursiv Media, lembaga berbasis di Leuven, Belgia itu menyebut sejak 2021 jumlah model China yang diajukan untuk pengujian sudah meningkat hampir sepuluh kali lipat. Data terbaru bahkan menunjukkan mobil buatan China kini menyumbang 7 persen dari penjualan mobil baru di Uni Eropa, dan hampir 10 persen di Inggris.
Dari kurun waktu tersebut, model yang diuji mengalami peningkatan kualitas dan mulai menyapu rating bintang lima.
Contohnya ada di awal September 2026 ini, di mana Euro NCAP merilis hasil pengujian di bawah protokol 2026 yang jauh lebih ketat dibanding periode sebelumnya.
Mengutip dari The EV Report, tiga model China yakni AION UT, Geely E2, dan Leapmotor B05 berhasil meraih rating maksimal lima bintang.

Bahkan hasil ini sudah menggeser prestasi produk asli Eropa, salah satunya Cupra Raval, yang justru hanya meraih empat bintang dalam spesifikasi standar, dan baru mendapat lima bintang setelah dilengkapi paket keselamatan opsional.

Direktur Program Euro NCAP, Aled Williams menyebut hasil ini sebagai bukti nyata bahwa produsen China masih terus bekerja keras menyamai standar tinggi yang diharapkan konsumen Eropa. Euro NCAP bahkan menyatakan ketiga entri China tersebut memberikan hasil yang setara dengan model-model Eropa, Korea, dan Jepang yang sudah mapan lebih dulu di pasar.
Alasan Kuat untuk Berubah
Motivasi di balik gencarnya keikutsertaan ini tidak lepas dari kepentingan bisnis. Merek-merek seperti BYD, SAIC, dan Geely kini mengalihkan sebagian besar fokusnya ke pasar ekspor, seiring persaingan yang makin ketat dan penjualan yang melambat di kandang sendiri. Eropa menjadi salah satu tujuan utama ekspansi tersebut.
Masalahnya, produk asal China masih harus berjuang melawan stigma lama, yakni murah tapi berkualitas rendah.
Pencapaian rating bintang lima Euro NCAP menjadi alat pemasaran yang dinilai cukup efektif. Ini bagaikan bukti hitam di atas putih bahwa mobil mereka aman dipakai. Selain itu, ini juga jadi cara tercepat untuk membangun kepercayaan konsumen, khususnya di Eropa yang dikenal sangat memperhatikan aspek keselamatan sebelum membeli mobil.(SS)











