OTODRIVER – Jika diperhatikan ada beberapa ban yang menggunakan 'hiasan' huruf berwarna (umumnya) putih. Garnish itu tadi ternyata bukan sesuatu yang ditambahkan (semisal dicat) ketika ban sudah kelar diproduksi. Namun hal ini justru menjadi bagian utuh saat ban ini didesain dan mulai diproduksi.
"Huruf berwarna yang ada di bagian sidewall itu sudah dirancang saat ban diproduksi. Di sini menggunakan lapisan khusus yang disebut sebagai White Rubber Compound atau White Sidewall Compound," ungkap Customer Engineering Support BFGoodrich Indonesia, Alfons Abikaryono.
"Lapisan ini hanya digunakan pada ban yang perlu menggunakan tulisan atau strip saja. Sedangkan untuk ban yang tidak membutuhkan itu, maka tidak disertakan," terangnya saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (24/09/2026).
"Umumnya warna lapisan itu putih, namun ada juga yang menggunakan warna lain seperti merah, biru dan lain sebagainya. Warna lapisan khusus ini pun juga disesuaikan dengan kebutuhan tadi," lanjutnya.

Lebih jauh lagi, Alfons mengatakan bahwa untuk memunculkan tulisan pada produk BFGoodrich seperti All Terrain KM03 atau ban SUV lainnya dengan cara dikerok (buffed whitewall) setelah ban selesai diproduksi.
"Warna putih ini sebelumnya tertutup lapisan hitam tipis yang timbul saat proses produksi. Dan kemudian lapisan itu diangkat dengan cara dikerok tadi," sambungnya.

Asal Mula
Faktanya ban di masa lalu berwarna putih, namun karena dianggap kurang awet, maka pada 1910, BFGoodrich menemukan cara supaya ban lebih awet dan punya daya tahan bagus. Caranya dengan mencampurkan carbon black dalam kompon karet.
Dari sinilah kemudian ban yang semula berkelir putih berubah jadi hitam. Namun penambahan carbon hitam ini menimbulkan handicap baru yakni biaya yang semakin mahal dan juga proses yang rumit.
Terobosan untuk memangkas biaya pun dicari. Mengutip dari Wikipedia, Vogue Tyre & Rubber Company membuat terobosan di mana ban yang mengandung carbon black hanya pada bagian telapak saja, sementara untuk dinding tetap berkelir putih. Awalnya sebatas untuk sepeda dan sepeda motor, tapi kemudian masuk ke dunia mobil. Dari sinilah muncul sebutan ban 'white wall'.
Kemunculan ban white wall ini malah justru jadi sesuatu yang unik dan membuat tampilan mobil jadi lebih mewah. Bahkan pada 1934 Ford menggunakan ban ini sebagai opsi kemewahan. Langkah ini pun segera diikuti oleh pabrikan lainnya mulai dari Cadillac, Lincoln hingga Buick.
Seiring waktu, teknologi pun berkembang dan ban sepenuhnya menggunakan senyawa carbon black. Hanya saja untuk menimbulkan warna putih itu kembali, pabrikan ban menyisipkan lapisan khusus putih yang disebut white rubber compound itu. (SS)












