OTODRIVER – Mobil listrik ternyata tidak hanya memiliki karakter berbeda pada sistem penggeraknya. Bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan, yakni ban, juga mendapat perhatian khusus.
Sejumlah ban yang dirancang untuk mobil listrik (EV) memiliki konstruksi sidewall atau dinding samping yang lebih kuat dan kaku dibandingkan ban mobil konvensional. Hal ini bukan sekadar klaim produsen, tetapi memang berkaitan dengan karakter kendaraan listrik.
Mengutip bridgestone.co.uk, baterai membuat bobot mobil listrik meningkat secara signifikan. Beban tambahan tersebut membuat ban membutuhkan konstruksi yang lebih kuat, termasuk reinforced sidewall, agar mampu menopang bobot kendaraan.
Masalahnya tidak berhenti pada bobot. Bridgestone juga menyebut motor listrik mampu menghasilkan torsi secara instan sejak putaran awal. Kondisi ini membuat akselerasi memberikan beban lebih besar pada ban dan dapat mempercepat keausan.
Senada dengan hal itu Michelin menjelaskan bahwa kombinasi bobot dan torsi tersebut membuat ban EV membutuhkan kekakuan lateral (lateral rigidity) yang lebih tinggi. Tujuannya adalah mempertahankan respons kemudi dan grip, serta mengendalikan keausan ban.
Menyitat dari laman michelin.co.id, selain konstruksi yang lebih kuat, ban EV juga biasanya dirancang dengan hambatan gelinding (rolling resistance) rendah. Ini penting karena setiap deformasi ban ketika berputar membutuhkan energi. Semakin kecil energi yang terbuang, semakin efisien penggunaan energi baterai.

Michelin bahkan menyebut ban dengan rolling resistance lebih rendah dapat menambah jarak tempuh mobil listrik. Dalam studi internalnya, Michelin membandingkan Pilot Sport EV (6,7 kg/ton) dengan Pilot Sport 4 SUV (8,8 kg/ton). Selisih 2,1 kg/ton itu setara dengan tambahan jarak tempuh lebih dari 60 km, atau di atas 10 persen, pada mobil listrik seberat 2.151 kg dengan jarak tempuh awal 540 km.
Ada satu karakteristik lain yang ikut diperhatikan, yaitu kebisingan. Mobil listrik jauh lebih senyap karena tidak memiliki suara mesin pembakaran. Akibatnya, suara ban yang bergesekan dengan aspal menjadi lebih terdengar di dalam kabin.
Karena itu, beberapa ban EV juga menggunakan material peredam suara. Michelin, misalnya, menawarkan teknologi Acoustic pada Pilot Sport EV berupa busa poliuretan di sisi dalam ban, yang diklaim mengurangi kebisingan yang dirasakan di kabin sekitar 20 persen berdasarkan pengukuran internalnya.
Jadi, ban mobil listrik bukan hanya dibuat lebih kuat. Dengan bobot baterai yang besar dan karakter torsi yang instan, produsen harus menemukan keseimbangan antara kemampuan membawa beban, kekakuan sidewall, grip, ketahanan aus, rolling resistance, dan tingkat kebisingan. (SS)











