OTODRIVER – Toyota telah mengetok palu untuk menghentikan produksi GR Supra. Namun kemudian reaksi pasar cukup mengejutkan. Generasi V Supra ini mengalami lonjakan permintaan.
Mengutip dari Carscoops, selama enam bulan pertama di 2026, Toyota mengirimkan 2.116 unit Supra ke AS. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 72% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang ada di angka 1.231 unit.
Sepanjang Juni performa jualan Supra juga cukup mengesankan, naik jadi 449 unit. Dan fasilitas produksi Supra di Graz, Austria telah menghentikan produksi mereka di musim semi Maret lalu. Artinya pembeli sedang berburu stok yang tersisa sebelum benar-benar habis.
Harus Sayonara
Motortrend menyebutkan bahwa dihentikannya produksi Supra disebut sebagai siklus hidup produk yang direncanakan, didorong oleh perubahan strategi bisnis dan transisi menuju kendaraan performa generasi baru.
Sebab lainnya tak lain karena BMW sebagai mitra kolaborasi Toyota dalam menghadirkan Supra MK5 juga telah mengakhiri siklus hidup Z4 yang menggunakan platorm dengan MK5.
Pernah tidur lama
Dunia menunggu lama untuk kehadiran Supra MK5. Setelah berkiprah tanpa jeda tepat pada generasi IV eksistensi Supra justru dihentikan pada 2002 di mana ia berada di puncak.
Kelahiran Supra kembali (MK5) muncul pada 2019 di mana keberadaan mobil ini cukup erat dengan sosok BMW Z4. Bahkan mesinnya pun menggunakan jenis yang sama yakni B58 6 silinder 3.000 cc. Baik Supra MK5 dan Z4 juga punya opsi ekonomi bermesin 4 silinder 2.000 cc B48 yang juga disediakan BMW.

Menunggu Penerus
Tidak seperti kisah sebelumnya yang harus menunggu 17 tahun untuk hadir. Supra generasi sebelumnya dikabarkan akan diluncurkan pada 2027.
Mengutip dari Motor1, model baru ini bakalan muncul tanpa campur tangan BMW dan sepenuhnya murni dikembangkan oleh The Three Ovals.
Mesin 6 silinder inline sepertinya tak lagi jadi andalan, sebagai gantinya mesin 4 silinder 2.000cc turbo dan hybrid berdaya 400 hingga 600 hp untuk menggerakkan roda belakangnya. (SS)











