OTODRIVER – Suzuki sedang menyiapkan program elektrifikasi yang cukup luas. Bukan hanya satu jenis hybrid, pabrikan Jepang ini mengembangkan beberapa teknologi untuk berbagai kelas kendaraan, mulai dari kei car bermesin kecil hingga sistem plug-in hybrid (PHEV) bertenaga sekitar 174 hp.
Gambaran tersebut muncul dalam Suzuki Technology Strategy Briefing 2026 di Jepang, seperti dilaporkan Rushlane.com. Setidaknya ada empat teknologi yang disiapkan, yakni hybrid 48V untuk kendaraan mini, hybrid seri 1,2 liter, REEV Light yang bisa diisi ulang dari luar, serta plug-in hybrid yang lebih bertenaga.
Hybrid 48V untuk Kei Car
Untuk kendaraan mini atau kei car, Suzuki mengembangkan sistem hybrid 48V P2. Sistem ini menggabungkan mesin 660 cc dengan motor-generator berdaya 10 kW dan baterai berkapasitas 0,4 kWh.
Motor-generator ditempatkan di antara mesin dan transmisi. Sistem tersebut dirancang untuk membantu akselerasi sekaligus meregenerasi energi saat kendaraan melambat. Target utamanya adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa membuat sistem terlalu besar dan mahal.

Hybrid Seri 1.2 Liter
Beranjak ke mobil kompak, Suzuki menyiapkan hybrid seri dengan mesin bensin 1.2 liter berkode Z12E. Mesin menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor traksi, sehingga roda sepenuhnya digerakkan motor listrik.
Mesin 1.2 liter tersebut memiliki output 60 kW atau sekitar 81 hp, sedangkan motor traksinya berada di kelas 65 kW atau sekitar 87 hp. Baterainya berkapasitas 0,6 kWh.
Konsep ini mirip kendaraan listrik yang membawa mesin bensin sebagai generator. Bedanya, pemilik tetap mengisi bahan bakar seperti mobil konvensional dan tidak membutuhkan pengisi daya eksternal.
REEV Light
Suzuki kemudian mengembangkan versi REEV Light dari sistem tersebut. Prinsip kerjanya masih menggunakan mesin sebagai pembangkit listrik, tetapi baterainya bisa diisi dari sumber listrik eksternal.
Dengan baterai yang lebih besar, mobil dapat mengandalkan tenaga listrik lebih banyak dalam penggunaan sehari-hari. Mesin bensin tetap berfungsi sebagai sumber listrik saat diperlukan. Output sistemnya berada di kelas 85 kW atau sekitar 114 hp.
PHEV Seri-Paralel
Di level yang lebih tinggi, Suzuki juga menyiapkan plug-in hybrid seri-paralel. Sistem ini menggunakan mesin turbo 1,2 liter direct injection yang dipadukan dengan sistem penggerak listrik.
Output sistem mencapai kelas 130 kW atau sekitar 174 hp. Berbeda dengan hybrid seri, konfigurasi seri-paralel memungkinkan mesin dan motor listrik sama-sama berkontribusi menggerakkan roda melalui beberapa mode operasi.
Teknologi ini diproyeksikan untuk kendaraan yang lebih besar, meski Suzuki belum menyebut model yang lebih mendetail.
Dengan demikian, Suzuki tidak memilih satu teknologi hybrid untuk seluruh produknya, melainkan menyesuaikan pendekatan dengan ukuran dan kebutuhan kendaraan. Strategi tersebut menunjukkan bahwa bagi Suzuki, elektrifikasi tidak harus selalu berarti mobil listrik murni. Mesin bensin tetap dipertahankan, tetapi perannya semakin diarahkan sebagai bagian dari sistem elektrifikasi kendaraan. (SS)











