OTODRIVER - Ekspedisi bertajuk Epic Journey: Toyota Veloz Hybrid EV sudah berlangsung beberapa waktu lalu (13-19/1).
Tapi ini bukan sekadar perjalanan biasa, bukan juga kegiatan yang mengisi waktu menghabiskan ribuan kilometer dari Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai ke Provinsi Sumatra Utara.
Memanfaatkan sebuah Toyota Veloz Hybrid EV dalam satu kegiatan berantai nyaris tanpa henti dan dilakukan oleh sejumlah tim yang berbeda jadi sebuah eksplorasi tersendiri soal desain produk sebuah kendaraan ramah lingkungan bisa bertahan dalam kondisi yang tidak ringan.
Salah satu penopang perfoma dalam rangkaian ekpedisi ini adalah bekal mesin 2NR-VEX berkapasitas 1.496 cc, serupa dengan mesin pada Toyota Yaris Cross Hybrid, punya potensi tenaga teratas 91 hp dari mesin konvensional dan 80 hp dari motor listrik.
Potensi torsi puncaknya juga ganda, 121 Nm dari mesin konvensional, 141 Nm dari motor listrik.
Paduan dari dua sumber tenaga itu bak kemewahan dari sebuah LMPV terbaik di kelasnya.
Bukan hanya punya dua pembangkit daya, karena sistem hibrida dari Toyota yang sudah dikembangkan dari tahun 1997 membuat sistem ini bisa berfungsi secara simultan antar kedua pembangkit tenaga itu sesuai dengan kebutuhan pengemudi.


Pengemudi bisa memilih pasokan daya yang mana saat dirasa perlu pemanfaatannya sesuai kondisi jalan dan karakter lalu lintas di hadapannya.
Dalam satu kali kesempatan, Toyota Veloz Hybrid EV masih mampu menghela dirinya dengan dukungan tenaga listrik murni sampai kecepatan 96 km/jam saat melintasi jalur bebas hambatan. Menjanjikan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Dukungan rem regeneratif juga termasuk fitur yang mutakhir sekaligus wajib bagi sebuah NEV alias New Energy Vehicle. Dengan begitu, pola pemakaian di jalan yang kepadatannya tinggi seperti pada area perkotaan akan membuat ketersediaan energi listrik bisa lebih terjaga.
Berdasarkan catatan kecil Otodriver, secara teknis dan sudah ada rencana untuk melintasi rute yang landai membuat kebutuhan bahan bakar fosil satu tangki penuh dalam satu kali pengisian dengan topangan motor listrik bisa mendorong Toyota Veloz Hybrid EV ini mampu mencapai garis akhir sejauh 800 kilometer.

Saat mengakhiri perjalanan ekspedisi dengan berkeliling berbagai destinasi eksotis di Sumatra Utara, catatan konsumsi bahan bakar yang terealisasi adalah; jalur menanjak 17 km/liter, jalan mendatar 20 km/liter, dan trek menurun 30 km/liter.
Pencapaian kondisi teknis tadi juga tak bisa dipisahkan dari eksosistem dari Toyota di Indonesia yang telah menggapai nyaris seluruh wilayah Nusantara. Tentu saja ini berkaitan dengan titik-titik dimana bengkel resmi sekaligus pusat suku cadang berada.
Tak banyak jenama di Indonesia yang telah mampu mewujudkannya selain Toyota. (EW)











