OTODRIVER – Unit produksi pertama Mazda 6e versi setir kanan (RHD) tertangkap kamera di Thailand.
Kemunculan ini terjadi menjelang peluncuran resmi sedan listrik tersebut di Thailand dan Australia pada Juli mendatang, sebelum menyusul ke Inggris.
Mazda 6e diproduksi di fasilitas Changan-Mazda yang berlokasi di Nanjing, China. Di pasar domestik Negeri Tirai Bambu, model ini dikenal dengan nama Mazda EZ-6.

Menurut laporan Thairath Online, gelombang pertama yang terdiri dari sekitar 500 unit telah tiba di Pelabuhan Laem Chabang, yang berada di utara Kota Pattaya, pada Jumat lalu.
Menariknya, pengiriman ini menjadi penampakan publik pertama dari Mazda 6e versi produksi massal dengan konfigurasi setir kanan. Sejumlah unit lainnya diperkirakan akan segera dikirim ke berbagai pasar RHD menjelang peluncuran resmi.
Mazda juga telah mengonfirmasi kehadiran 6e untuk sejumlah negara yang menggunakan konfigurasi setir kanan, termasuk Inggris, Singapura, Hong Kong, dan Indonesia..
Berbeda dengan EZ-6 yang tersedia dalam pilihan Battery Electric Vehicle (BEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV), Mazda 6e untuk pasar ekspor saat ini hanya ditawarkan dalam versi listrik murni.
Mazda EZ-6 dan Mazda 6e dibangun menggunakan platform EPA1 milik Changan. Keduanya memiliki hubungan teknis yang sangat dekat dengan sedan Deepal SL03 dan Deepal L07. Hal serupa juga berlaku pada SUV Mazda CX-6e atau EZ-60 di China yang berbagi platform dengan Deepal S07.
Untuk pasar China, Mazda EZ-6 tersedia dengan pilihan baterai LFP CATL-Changan berkapasitas 56,1 kWh dan 68,8 kWh.
Keduanya menawarkan jarak tempuh hingga 480 km dan 600 km berdasarkan standar CLTC. Sumber tenaganya berasal dari motor listrik tunggal di roda belakang yang menghasilkan daya 190 kW atau setara 255 hp.
Sementara itu, varian EREV mengombinasikan baterai LFP 28 kWh dengan mesin bensin 1,5 liter berdaya 70 kW (94 hp) yang berfungsi sebagai range extender.
Pada versi ini, tenaga motor listrik belakang diturunkan menjadi 160 kW (215 hp). Jarak tempuh listrik murninya mencapai 200 km berdasarkan siklus CLTC dan mendukung pengisian cepat DC hingga 50 kW.
Saat pertama kali diperkenalkan, Mazda 6e tersedia dengan baterai LFP 68,8 kWh yang sama seperti EZ-6, serta opsi baterai ternary NMC berkapasitas 80 kWh untuk varian Long Range.
Namun, varian tersebut kurang mendapat respons positif karena tenaga motor listriknya justru turun menjadi 180 kW (241 hp) dan kemampuan pengisian cepat DC dibatasi di kisaran 90 kW.
Dengan baterai tersebut, Mazda 6e diklaim mampu menempuh hingga 560 km dalam sekali pengisian daya. Opsi baterai baru ini juga diperkirakan akan segera tersedia untuk pasar Eropa. (AW)











