OTODRIVER – Sebenarnya masuknya Toyota ke segmen aviasi sudah dimulai sejak tahun 2017, menggelontorkan dana senilai Rp5,3 triliun saat itu bisa ikut pengembangan mobil terbang yang dilakukan Joby Aviation.
Joby saat itu merupakan startup asal Amerika Serikat, yang bermarkas di Santa Cruz, California, yang saat ini tengah mengembangkan apa yang disebut dengan all-electric vertical take-off and landing (eVTOL) untuk dikomersialkan.
Beberapa pekan lalu (30/6/2026) Joby Aviation, Inc. bersama Toyota Motor Corporation sudah merasa cukup dalam kolaborasi pengembangan moda transportasi udara. Sekarang gilirannya untuk memproduksi massal.
Bagi Toyota, peran serta mereka mengembangkan transportasi udara merupakan bagian dari rencana jangka panjang mereka.

Dalam kolaborasi ini pihak Jody akan banyak berperan dalam riset di sisi teknologi aviasi, pihak Toyota akan banyak ambil peran dalam hal manufaktur, kendali mutu, dan tata kelola perusahaan.
Secara konsep, pesawat bertenaga listrik itu bisa tinggal landas secara tegak lurus akan mampu menampung empat penumpang serta mampu menempuh jarak sampai 241 kilometer. Kecepatannya setara 322 km/jam dalam sekali pengisian daya.
Chairman of Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa selama ini Toyota selalu mencari cara untuk mengembangkan kendaraan dalam konsep mobilitas yang luas. Dan menjadikan kendaraan yang bis amengudara merupakan satu pilihan yang sesuai dengan filosofi Toyota dalam mengembangakn kendaraan di darat untuk kemudian bisa mengudara. (EW)












