OTODRIVER – Kehadiran Sailun Group lewat pendirian pabrik pertama di Indonesia menandai ekspansi produsen ban papan atas asal Tiongkok ini.
Dalam sambutan yang menandai beroperasinya secara resmi unit produksi Sailun Group yang berlokasi di kawasan industri JIPS di Demak, Jawa Tengah, akhir pekan lalu (18/1), Presiden Sailun Group yaitu Xie Xiao Hong perhatian khususnya terhadap pasar Indonesia.
Ditegaskannya bahwa pasar Indonesia merupakan tahapan untuk intensif dengan produksi secara lokal yang berkaitan langsung strategi global dalam jangka panjang. Hal itu diperkuat dengan keyakinan bahwa pondasi nilai satu merek ban terletak pada kualitas produknya itu sendiri.
Oleh karena itu, masih menurut Xie, pendirian pusat produksi di Indonesia dengan investasi sekitar Rp4 triliun itu juga merupakan rangkaian pelaksanaan strategi Sailun untuk melayani pasar nasional sekaligus regional.
Unit produksi di Indonesia merupakan satu dari sembilan pusat produksi yang sudah ada di sejumlah negara seperti Tiongkok, Mesir, Kamboja, maupun Meksiko. Seluruhnya saat ini sudah bisa mendorong produk-produk Sailun dipasarkan di 180 negera.
Sailun sendiri berdiri tahun 2002, saat ini sudah termasuk sepuluh besar produsen ban terbesar di dunia. Sudah memiliki tak kurang dari 9.500 jenis produk ban dan produk penyertanya.

Produk untuk semua segmen
Pabrik baru yang dibangun dalam jangka waktu sekitar satu tahun itu diproyeksikan bisa menghasilkan ban untuk kendaraan penumpang (PCR), bus dan truk (TBR), serta alat berat (OTR). Termasuk juga ban dalam.
Fase awal, pabrik ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 3,6 juta unit ban PCR, 600 ribu unit ban TBR, dan 37.000 ton unit ban OTR.
Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin (17/1), juga menjabarkan bahwa Sailun secara bertahap akan meningkatkan kandungan lokal atas setiap produk Sailun Group yang dipasarkan untuk pasar nasional.
Kandungan lokal tersebut tak terbatas pada formula produk, karakter produk yang sesuai dengan karakter jalanan di Indonesia juga sudah dimulai dan terus secara intensif dikembangkan. Tahapan ini sesuai dengan keinginan Sailun Group untuk menghadirkan produk yang bernilai tinggi di atas ekspektasi konsumen.
Bukan hanya itu, untuk lebih meningkatkan kepercayaan produk juga telah dijalin pasokan ke sejumlah APM, Vinfast yang sudah memakai produk Sailun untuk VF3.
“Beberapa APM lainnya dan juga jaringan bengkel seperti dari Chery, Isuzu, dan UD Trucks sudah dalam penjajakan intensif dengan kami,” ungkapnya.

Untuk pasokan ban OEM, pihak Sailun membuka peluang terciptanya tapak ban khusus sesuai permintaan pabrikan mobil. Spesifikasi tersebut secara ekskusif memang hanya akan diperuntukan untuk pemakaian replacement di bengkel resmi masing-masing APM.
“Saat ini permintaan ban untuk segmen OEM dan replacement (aftermarket, Red) sangat besar volumenya. Untuk mobil penumpang saja sekitar 20 juta unit ban setiap tahunnya, oleh karena itu kami secara bertahap akan terus meningkatkan performa produksi pabrik yang baru ini,” urai Eko lebih lanjut.
Untuk pasar Indonesia, Sailun Group setidaknya memasarkan empat merek ban; Sailun, Road X, Blackhawk, dan Maxam. Kecuali Maxam yang memang ban khusus kendaraan angkut berat, jenama yang lain punya model produk yang lebar yaitu menyediakan untuk mobil penumpang sampai kendaraan komersial. (EW)










